Berita

Megawati Soekarnoputri/RMOL

Politik

Megawati: Politik Itu Untuk Kemaslahatan Rakyat

SENIN, 29 OKTOBER 2018 | 17:02 WIB | LAPORAN:

Politik sejatinya dijalankan untuk kemaslahatan rakyat. Karena itu, kalau ada perbedaan maka tidak perlu harus menggunakan cacian dan makian.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Megawati pun sejalan dengan Presiden Jokowi, dan menyerukan agar politik dilakukan dalam kerangka kemaslahatan rakyat.

Menurut Jokowi, seharusnya para politisi bertarung dengan cara adu program, gagasan, ide, prestasi, dan rekam jejak. Sebab kalau masih masih memakai cara lama, politik kebencian, SARA, adu domba maka itu namanya politik sontoloyo.


Megawati lalu mengibaratkan bahwa dalam sebuah negara, ada tata kelola pemerintahan. Di dalam tata pemerintahan, ada saluran untuk memperdebatkan ide dan gagasan kebijakan. Yakni di Parlemen. Di lembaga DPR RI itu, ada masing-masing fraksi yang diisi perwakilan dari partai politik yang lolos di parlemen.

"Tentu saja, di tempat seperti itulah kritik atas sebuah kebijakan disampaikan," kata Megawati saat ditanyai wartawan, usai menghadiri penganugerahan doktor kehormatan dari Universitas Negeri Padang untuk Dato Seri Anwar Ibrahim (Senin, 29/10).

Masalahnya, kata Megawati, yang ada adalah bahwa perbedaan justru diumbar dengan keluar dari sistem itu. Sehingga perbedaan pendapat terkesan dijadikan sebagai ajang pertempuran yang tidak sehat.

"Padahal kita ini satu bangsa satu negara. Dan siapakah yang akan terkena dampaknya di kemudian hari? Itu sebenarnya rakyat. Apakah kita selalu akan mempermainkan mereka (rakyat)?" kata Megawati.

Maka itulah, Presiden RI Kelima itu menyerukan agar yang diutamakan adalah memelihara persaudaraan antara warga sebangsa dan se-Tanah Air.

"Mari perbedaan itu kita kelola dengan lebih aktif, tetapi sifatnya positif," ujar Megawati. [lov]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya