Berita

Aksi Bela Tauhid/RMOL

Hukum

Polisi: Penanggung Jawab Aksi Marah Bendera Mirip HTI Dikibarkan

SABTU, 27 OKTOBER 2018 | 22:36 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pengibaran bendera tauhid mirip yang digunakan organisasi HTI terjadi saat aksi bela tauhid di Poso, Sulawesi Tengah, Jumat kemarin (26/10).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pengibaran bendera itu tanpa diketahui karena dikibarkan oleh pengunjuk rasa yang berada di luar dan sempat ditegur oleh penanggung jawab aksi.

"Hanya berlangsung sekian detik. Begitu Kapolres lihat itu, dan penanggungjawab itu marah kepada anggotanya langsung diturunkan bersama-sama," kata Dedi kepada wartawan, Sabtu (27/10).


Informasi sementara yang berhasil dihimpun Mabes Polri, sebelum pengibaran bendera tauhid, kondisi tiang bendera gedung DPRD Poso kosong. Tidak ada bendera Merah Putih yang berkibar.

"Informasi dari Kapolres di tiang bendera itu tidak ada bendera Merah Putihnya, jadi kosong. Karena kosong langsung dikibarkan (bendera tauhid)," jelas Dedi.

Saat disinggung kemungkinan ada jerat pidana bagi pengibar bendera ini, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu belum menjawabnya. Dia hanya memastika penyidik masih terus mendalami kasus ini.

"Itu masih di dalami dulu (masuk pidana atau tidak), tapi tim dari Polda Sulawesi Tengah sudah turun ke Polres Poso juga untuk mendalami kejadian tersebut," kata Dedi.

Dari penyelidikan awal, pengibar bendera tauhid ini merupakan kelompok Front Pembela Islam (FPI) Poso yang juga sebagai peserta aksi bela tauhid.

"(Pengibarnya, Red) dari kelompok FPI Poso yang melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Poso," demikian Dedi. [lov]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya