Berita

Foto/RMOL

Hukum

KPK Amankan 13 Orang Terkait Suap DPRD Kalimantan Tengah

SABTU, 27 OKTOBER 2018 | 17:23 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 13 orang dalam kasus dugaan tindak pidana suap terkait pembahasan atas kemudahan aturan di sektor perkebunan dan lingkungan hidup di DPRD Kalimantan Tengah.

Wakil Ketua KPK, Laode Syarif mengatakan belasan orang sebelumnya terjaring terkait transaksi suap pada Jumat (26/10) kemarin. Mereka diduga kuat terlibat dalam transaksi suap atas pembuangan limbah sawit PT Bina Sawit Abadi Pratama (BSAP), anak usaha dari Sinar Mas Group.

"Tanggal 26 Oktober 2018, tim KPK melakukan pengecekan atas informasi pertemuan antara pihak PT BAP dengan Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dan kawan-kawan dan rencana penyerahan uang," ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10).


Sekira pukul 11.45 kemarin, lanjut Laode, KPK mengamankan 3 orang yaitu TA perwakilan PT BAP dengan ER dan A di foodcourt, lantai dasar salah satu pusat perbelanjaan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat sesaat setelah penyerahan uang.

"Dari lokasi KPK mengamankan uang sejumlah Rp 240 juta yang dimasukkan ke dalam kantong plastik berwarna hitam. Ketiganya kemudian dibawa ke Gedung KPK," imbuhnya.

Lalu, tambahnya, pada pukul 13.30 WIB, tim bergerak menuju gedung Sinar Mas di daerah Sudirman Jakarta Pusat dan mengamankan 4 pejabat Sinar Mas Group yaitu ESS, ER, WAA, dan JDD di ruang kerja mereka masing-masing.

Kemudian pukul 16.00 WIB tim kembali bergerak dan mengamankan Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, BM di sebuah hotel di daerah Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

"Sekitar pukul 19.00 WIB tim mengamankan FUN, Sekretaris Komisi B DPRD Kalimantan Tengah bersama 4 anggota DPRD Kalteng Iainnya di jalan di daerah Karet Bivak Jakarta Pusat," pungkasnya. [lov]


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya