Berita

Pengurus Besar Pengusaha Berkarya/Ist

Politik

Partai Berkarya Buat Trobosan Agar Generasi Muda Menghormati Pahlawan

SABTU, 27 OKTOBER 2018 | 06:58 WIB | LAPORAN:

DPP Partai Berkarya membuat trobosan untuk mendorong generasi muda menghormati para pahlawan kemerdekaan.

Trobosan itu dengan menggelar Kejuaraan Invitasi Sepakbola Junior Nasional U-17 di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan, Jakarta Selatan yang akan digelar bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan. Yaitu pada hari Sabtu-Minggu tanggal 10-11 November mendatang.

Ketua Panitia Kejuaraan Invitasi Sepakbola Junior Nasional U-17 Harry Samputra Agus menjelaskan pihaknya bakal mengundang pemain U-17 dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di berbagai daerah.


Antara lain, SSB Real Madrid Foundation (Sidoarjo, Jawa Timur), SSB Tuleho Putra (Maluku), dan SSB dari Banten.

"Kami juga mengundang pemain-pemain muda lainnya juga," ujarnya dalam jumpa pers di Brawijaya, Jakarta Selatan, Jumat (26/10).

Menurut Harry selain mendorong generasi muda menghormati para pahlawan kemerdekaan, kegiatan ini sekaligus sebagai upaya pembinaan atlet-atlet muda sepakbola.

Sebab kegiatan yang digelar Pengurus Besar Pengusaha Berkarya (PBPB) ini melihat dunia sepakbola Indonesia dalam kondisi yang sangat memperihatinkan.

Tidak ada regenerasi atlet sepakbola yang mumpuni. Serta tidak ada pertandingan yang menjembatani antara liga junior dan senior.

Memang, lanjut dia, ada kejuaraan-kejuaraan untuk divisi junior. Tapi sayang, usai kompetisi, tidak ada pembinaan lanjutan, tidak ada kesinambungan pelatihan skill bagi pemain muda.

"Itu karena tidak ada sports management yang baik di tubuh organisasi sepakbola kita. Ini yang harus dibenahi. Ini yang mau kita lakukan," ujar Harry.

Jika melihat negara-negara lain, lanjutnya, atlet sepakbola nasional berasal dari kalangan kampus. Mereka bisa menggunakan prestasi olahraga sebagai beasiswa untuk kuliah.

Sementara itu, Ketua Umum PBPB Rahmat SH membenarkan kondisi tersebut. Maka itu, target kejuaraan invitasi kali ini ada jalan untuk mensinergiskan antara prestasi, manajemen sumber-sumber pendanaan dan pembinaan jangka panjang.

Sebab, dia merasa prihatin melihat bibit-bibit sepakbola saat ini langsung masuk ke network profesional. Padahal, mereka belum mumpuni dalam hal teknik, wawasan dan pengalaman.

"Langsung masuk divisi tiga, padahal teknik belum matang. Pembinaan kurang. Tapi mindset sudah materi terus. Istilahnya, teknik masih tarkam (antarkampung) tapi maunya digaji profesional," ungkapnya.

Menurutnya jika pembinaan berjalan benar, pemain muda berbakat, didukung teknik mumpuni, pasti banyak yang mau di rekrut dan didukung. Asal tahapannya benar. Jangan seperti sekarang.

Rahmat berharap, apa yang dilakukan PBPB bisa juga diikuti komunitas lainnya.

"Semakin banyak semakin baik. Ini adalah stimulus. Kami ingin menunjukkan bahwa manajemen bisnis dalam industri sepakbola itu sangat diperlukan," pungkasnya. [nes]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya