Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Pemuda Sekarang Hanya Kedepankan Bhinneka, Tidak Tunggal Ika

JUMAT, 26 OKTOBER 2018 | 16:25 WIB | LAPORAN:

Peran pemuda untuk Indonesia sangat signifikan. Terbukti, para pemuda melahirkan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1908.

Namun, berbanding terbalik dengan saat ini di mana peran pemuda dinilai misleading atau sesat dari pedoman Indonesia yang bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Saat ini banyak pemuda hanya mengedepankan point kebhinnekaan saja. Tidak menyeluruh dalam Bhinneka Tunggal Ika. Menurut Yudi, hal itu justru sangat berbahaya.


Demikian dikatakan pengamat politik, Yudi Latief dalam diskusi Perkumpulan Alumni Organisasi Pelajar, Pemuda, Mahasiswa Islam (PAPMI) memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda dengan tema "Peran Pemuda Islam dalam Membangun Berkelanjutan dan Berkeadilan" di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (26/10).

"Jadi saya lihat sekarang ini missleading-nya banyak wacana-wacana kita yang terlalu menekankan kepada kebhinnekaan padahal menekankan terlalu banyak kebhinnekaan tanpa ketunggalan bukan mengurangi rasisme malah menambah rasisme," ujar Yudi Latief.

Demi menjaga asa Sumpah Pemuda agar tetap satu, Yudi berpesan agar peran pemuda selalu mencari persamaan di tengah perbedaan untuk satu tujuan.

"Para pemuda saat ini. Mari kita mencari similaritas tadi persamaan tumpah darah, persamaan bangsa Indonesia, persamaan bahasa yang satu bahasa Indonesia. Agar tetap ada semangat pemudanya," tambahnya.

Yudi yakin, pemuda Indonesia akan jauh lebih baik dari sebelumnya di tengah perbedaan dan situasi saat ini. [lov]



Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya