Berita

Foto: CNN

Dunia

Temuan Bangkai Kapal Dari Era 400 SM Bikin Peneliti Tercengang

JUMAT, 26 OKTOBER 2018 | 09:18 WIB | LAPORAN:

Lebih dari satu mil di bawah permukaan Laut Hitam, tim Anglo-Bulgaria telah menemukan sebuah kapal yang begitu tua dengan panjang 23 meter.

Para peneliti Black Sea Maritime Archaeology Projek tercengang ketika menemukan bangkai kapal yang sangat mirip dengan desain kapal pada vas anggur Yunani kuno, karya seni Siren Vase yang dipajang di Museum Inggris. Menariknya, kemudi, bangku mendayung, bahkan isi pegangan kapal itu tetap utuh. Penemuan ini dianggap sebagai kapal paling tua di dunia.

Analisis penanggalan radiokarbon menunjukkan kapal tersebut berasal dari 400 SM.


"Sebuah kapal, yang masih utuh, dari dunia klasik, berbaring di kedalaman air lebih dari 2 kilometer, adalah sesuatu yang saya tidak akan pernah percaya mungkin," kata profesor Universitas Jon Adams, peneliti utama Black Sea MAP. "Ini akan mengubah pemahaman kita tentang pembuatan kapal dan pelayaran di dunia kuno."

Kapal Yunani ini sangat terpelihara dengan baik karena kedalaman Laut Hitam bersifat anoxic alias bebas oksigen. Tenggelam di kedalaman lebih dari 2.000 m dari permukaan laut juga membuat kapal ini di luar jangkauan penyelam modern.

Kapal ini ditemukan menggunakan dua penjelajah robotik bawah air. Robot ini memetakan secara tiga dimensi kapal itu dan mengambil sampel untuk menentukan usia karbon kapal tua ini.

Tim menemukan lebih dari sekedar kapal, termasuk pemukiman Zaman Perunggu awal di Ropotamo di Bulgaria, yang sekarang berada lebih dari delapan kaki di bawah dasar laut itu sendiri. Ketika permukaan laut lebih rendah, ini akan menjadi garis pantai kuno. Kemungkinan ditinggalkan ketika air naik. Rumah kayu, keramik dan tungku juga ditemukan.

"Kami telah menemukan di mana lanskap Paleo sekitar 9000 SM," kata CEO of Black Sea MAP, Edward Parker.

"Di situlah laki-laki dan perempuan hidup, dan sekarang yang terkubur di bawah laut," sambungnya.

Secara keseluruhan, mereka telah menemukan lebih dari 60 bangkai kapal, termasuk armada penyerbu Cossack abad ke-17 dan kapal perdagangan Romawi yang masih penuh dengan muatan barang-barang. Kapal-kapal yang tenggelam di sini berasal dari beberapa lokasi karena rute perdagangan.[wid]




Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya