Berita

Hukum

Bupati Sunjaya Tersenyum Mulai Menginap Di Sel

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 23:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadistra. Sunjaya ditetapkan tersangka setelah tertangkap tangan terlibat suap menyuap terkait kenaikan jabatan dan penerimaan gratifikasi proyek di Pemkab Cirebon.

"Bupati ditahan di K4 (rumah tahanan di belakang Gedung KPK), ya" ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah, Kamis malam (25/10).

Sunjaya ditahan usai menjalani pemeriksaan intensif sejak ditangkap tim KPK kemarin. Politisi PDIP Cirebon ini keluar gedung KPK mengenakan rompi oranye bertuliskan tahanan KPK. Dia nampak tersenyum ke arah kamera yang menyorotnya.


Sunjaya akan menghuni rumah tahanan KPK selama 20 hari kedepan. Dia disangka KPK menerima suap sebagaimana diatur Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001.
Selain Sunjaya, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas PUPR Cirebon Gatot Rachmanto sebagai tersangka. Gatot disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimara telah diubah dengan UU 20 Tahun juncto Pasal 55 ayat 1  KUHP.

Sebelumnya dalam operasi tangkap tangan di Cirebon, Jawa Barat, KPK mengamankan enam pihak. Yakni Sunjaya Purwadistra, Gatot Rachmanto, Kepala Bidang Mutasi Cirebon, Sri Darmanto, Kepala BKPSDM Cirebon, Supandi Priyatna dan dua ajudan Sunjaya berinisial N dan DS.

Dalam operasi senyap itu KPK mengamankan uang tunai dengan total Rp385,965 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya