Berita

Mahyudin/RMOL

Politik

Politisi Golkar Ingin Kepala Daerah Kembali Dipilih DPRD

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 21:27 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin ngotot mengembalikan pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Hal itu disampaikannya terkait banyaknya kepala daerah yang ditangkap KPK karena korupsi.

Korupsi dilakukan untuk membayar biaya politik kepada banyak pihak yang menggelontorkan dana kepada kepala daerah tersebut saat maju di ajang Pilkada.

"Menurut pemahaman saya dengan melihat banyaknya kepala daerah yang ditangkap KPK, kalau dimungkinkan kita kembalikan saja pemilihan eksekutif kepala daerah itu melalui pemilihan dari perwakilan atau dipilih oleh DPRD," kata Mahyudin, dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema "Demokrasi Ala Indonesia Minimalisir Pejabat Korupsi?" di Media Center DPR RI, Kamis ( 25/10).


Menurut politisi Partai Golkar itu, mahar politik menyebabkan ongkos politik di Indonesia sangat tinggi. Bahkan, Mahyudin mengibaratkan mahar politik dengan orang buang angin.

"Mohon maaf, mohon maaf kadang-kadang ada seperti orang buang angin saja. Baunya ada tapi susah dibuktikan siapa yang buang. Ya, seperti mahar politik," katanya.

Di sisi lain, lanjut Mahyudin, partai politik pun tidak bakal mau mengaku kalau meminta mahar politik kepada calon kepala daerah yang didukung. Praktik seperti ini menurut Mahyudin menyebabkan biaya politik tinggi yang pada akhirnya kepala daerah terjerat kasus korupsi.

Selain itu, tambah Mahyudin, terpilihnya kepala daerah seperti itu tidak tepat. Hanya calon yang memiliki duit saja yang bisa meraih kursi kepala daerah. Sedangkan calon kepala daerah yang punya kapasitas, integritas dan kemampuan hanya gigit jari karena mereka tidak punya duit.

"Ini kan ironis. Maka perlu dipertimbangkan kembali kepala daerah dipilih oleh DPRD," pungkas Mahyudin. [lov]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya