Berita

Pembakaran Bendera/Net

Politik

Presidium Alumni 212: Rezim Jokowi Islamphobia

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 21:06 WIB | LAPORAN:

Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212 menyematkan predikat Islamphobia ke pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini menyusul aksi pembakaran bendera bertulis kalimat tauhid oleh tiga orang oknum anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdatul Ulama (NU) Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Ketua Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212, Slamet Maarif mengatakan ketakutan pemerintah itu sangat nyata. Buktinya, untuk menghukum pelaku kasus penodaan agama seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saja, butuh desakan dari Aksi Bela Islam yang diikuti oleh jutaan orang.

"Rezim sekarang ini mengidap penyakit akut Islamphobia," tegasnya dalam diskusi bertajuk "Membakar Bendera Tauhid, Penghinaan Terhadap Islam?" di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).


Bukti dari pemerintahan Jokowi yang Islamphobia akut, lanjut Slamet, dikuatkan atas pernyataan Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo yang menyatakan bahwa tiga terduga pelaku pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid tidak dapat disangka melakukan perbuatan pidana karena niat jahat (mens rea) tidak terpenuhi.

"Ini bukti. Takut akan kebangkitan Islam takut dengan syariat Islam, takut dengan Umat Islam. Bahkan takutnya berlebih jadi panik," tegasnya.

Ketakutan itu, kata Slamet, diduga timbul akibat Jokowi tak mau kalah dalam ajang Pilpres tahun 2019 nanti karena bersatunya Umat Islam di negeri ini. Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh Umat Islam bersatu dalam menumbangkan Jokowi melalui ajang pesta rakyat lima tahunan.

"Panik takut diganti. Punya penyakit akut tadi membuat dia panik," pungkas Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) ini.

Perlu diketahui, beberapa elite Gerakan Pemuda Ansor, termasuk Ketua Umum Yaqut Cholil Qoumas sudah terang-terangan menyatakan dukungannya untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam ajang Pilpres tahun 2019 akan datang. [lov]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya