Berita

Said Iqbal/RMOL

Politik

Presiden KSPI Dorong Para Capres Saling Sindir Program Bukan Pribadi

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 19:08 WIB | LAPORAN:

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengangap wajar para kandidat Capres 2019 saling lempar sindiran.

Menurutnya taraf kewajaran itu jika sindiran yang dilontarkan masih dalam batas tata krama yang berlaku di Indonesia.

"Sindir-menyindir dalam batas tata krama ketimuran. Apalagi budaya Indonesia menjunjung tinggi tepo seliro, menjunjung tinggi tentang nilai-nilai kemanusiaan, saya rasa atas nama tata krama tidak masalah," ujar Said saat ditemui di Balaikota DKI, Kamis (25/10).


Meski menilai saling sindir wajar terjadi jelang Pilpres, namun Said menyarankan para kandidat capres kritik program masing-masing. Bukan sindir secara personal atau pribadi.

Saat disinggung mengenai sindiran politik sontoloyo ala Capres Joko Widodo, Said enggan berkomentar, ia hanya memastikan sindir menyindir dalam ajang politik wajar terjadi. Namun, seperti dikatakannya tadi, tidak melebihi tata krama ketimuran dan budaya yang ada di Indonesia.

"Yang penting untuk kebaikan, menyindir program-program baik juga," ujar Said.

Politik sontoloyo dilontarkan Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah untuk warga Jakarta Selatan di lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10).

Jokowi menilai banyak politikus yang baik-baik. Tapi juga banyak sekali politikus yang sontoloyo.

"Saya ngomong apa adanya saja, Sehingga jangan sampai kita ini dibawa dipengaruhi oleh politikus-politikus yang hanya kepentingan sesaat, mengorbankan persatuan, persaudaraan, dan kerukunan kita" ujar Jokowi.

Sebelum ada politik sontoloyo ala Jokowi, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai Indonesia menjalankan ekonomi kebodohan. Sistem ekonomi yang berjalan saat ini sudah lebih parah dari paham neoliberalisme yang dianut oleh Amerika Serikat. Patokannya angka kesenjangan sosial masyarakat Indonesia semakin tinggi.

Beberapa indikator lain yang menguatkan argumentasinya, yakni sejak 1997 hingga 2014, kekayaan Indonesia hilang atau dinikmati oleh pihak asing mencapai 300 miliar dollar Amerika Serikat. Dengan demikian, Indonesia hanya memiliki sedikit cadangan kekayaan nasional.

Ia juga mengkritik produksi sumber daya alam dikuasai oleh sektor swasta dan sebagian besar tidak dinikmati oleh masyarakat. Begitu juga jutaan hektar tanah dikuasai oleh perusahaan swasta yang membawa keuntungan ke luar negeri.

"Ini ironi. Pasal 33 UUD 1945 sangat jelas, perekonomian disusun berdasarkan asas kekeluargaan. Ayat (2), cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara," kata Prabowo. saat berpidato pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10). [nes]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya