Berita

Heri Gunawan/Net

Politik

Heri Gunawan: Presiden Jokowi Anti Kritik Dan Baperan

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 15:10 WIB | LAPORAN:

. Pernyataan Presiden, Joko Widodo tentang banyak politisi "sontoloyo" disesalkan oleh Anggota DPR RI yang juga Ketua DPP Partai Gerindra, Heri Gunawan.

Heri Gunawan mengatakan, pernyataan Jokowi tersebut menyiratkan dua hal. Pertama, pernyataan tersebut sebenarnya mengekspresikan sikap Jokowi yang antikritik. Sebab, menurutnya, jika dilihat dari konteks pidato, pernyataan tersebut jelas diarahkan terhadap para pengkritik kebijakan dana kelurahan, yang baru saja diputuskannya.

Jokowi katanya tidak siap dikritik, hingga akhirnya merespon dengan ungkapan "politikus sontoloyo".  Padahal, seorang pemimpin seharusnya menerima kritik tersebut secara konstruktif.


"Jangan baper. Sebab, setiap dana yang keluar dari APBN, mesti ada dasar hukumnya. Jadi seharusnya, Presiden berterima kasih, karena telah diingatkan agar tidak ada aturan yang dilanggar," tegasnya dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Kamis (25/10).

Ditekankannya dana kelurahan tidak bisa serta merta bisa diambil dari nomenklatur dana desa. Sebab, dasar hukumnya berbeda. Dana desa telah memiliki dasar hukum UU 6/2014 Desa. Sementara untuk dana kelurahan selama ini, jika melihat Pasal 230 ayat 2 UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah menyatakan, alokasi anggaran dana kelurahan dimasukkan ke dalam anggaran Kecamatan pada bagian anggaran kelurahan, untuk dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Jika alokasi dana kelurahan telah ada dasar hukumnya, maka tidak masalah! Jangan karena sebagai Presiden, dirinya kemudian bisa bergerak di luar aturan. Itu tidak boleh!" tekannya.

"Karena setiap kebijakan adalah produk politik, jika kemudian Presiden memandang kritik tersebut sifatnya politis, kami sebenarnya sangat kasihan. Sebab, secara tidak langsung Presiden sedang mempertontonkan ketidakpahamannya. Sikapi secara rasional-proporsional. Jangan baper," lanjutnya.

Kedua, tambah Heri Gunawan, menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) "sontoloyo" adalah ungkapan makian. Yang mana untuk sebagian besar masyarakat, kata Sontoloyo itu jauh dari adab dan adat ketimuran.

Sayangnya, Jokowi sebagai Presiden malah mengeluarkan makian semacam itu di tengah semangat demokrasi damai, sehat yang telah disepakati bersama. Makanya, semestinya, Jokowi yang juga sedang menjadi Capres, dapat lebih hati-hati dalam memilih diksi yang sensitif dan diksi yang menuduh bahkan provokatif.

Lebih lanjut ditegaskannya, ungkapan Jokowi ini kontradiktif dengan ajakan adu gagasan, adu konsep, adu program, yang selalu digaungkannya sendiri.

Parahnya lagi, masih banyak lagi pernyataan yang dikeluarkan Jokowi yang kontradiktif dengan ajakan adu gagasan tersebut. Misalnya pada pekan lalu, Jokowi juga mengungkapkan istilah politik kebohongan. Pada agustus 2018, dia juga mengungkapkan kepada relawannya ajakan kesiapan jika ditantang berantem.

"Kali ini politikus sontoloyo. Jika yang dipertontonkan Presiden adalah wacana-wacana negatif seperti itu, kasihan sekali masyarakat. Membayar puluhan triliun bagi pemilu, untuk wacana demokrasi yang tidak berkualitas," demikian Heri Gunawan. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya