Berita

Iwan Sumule/Net

Politik

Pemerintah Sontoloyo!

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 13:47 WIB

SEJARAH mencatat bagaimana kata 'Sontoloyo' digunakan untuk menggambarkan suatu sikap yang tidak sepatutnya, sikap tidak pantas, bahkan cenderung bertentangan dengan yang semestinya.

Bung Karno menggunakan istilah 'Islam Sontoloyo' untuk menggambarkan perihal kelakuan orang-orang yang mengaku beragama Islam namun tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam.

Belakangan, Jokowi menggunakan istilah 'Sontoloyo' untuk menyebut para politisi yang menurutnya memiliki watak buruk.


Jokowi menyebut mereka 'Politisi Sontoloyo'. Menurut pengakuan Jokowi sebagaimana dilansir sejumlah media, ia menggunakan istilah itu untuk menggambarkan watak politisi yang demi meraih kekuasaan menghalalkan segala cara termasuk memecah belah, menyebar fitnah, dan semacamnya.

Jokowi mengaku bahwa ia tidak senang menggunakan istilah demikian. Namun ia tak mampu menahan rasa kesal dan akhirnya keluarlah istilah 'Sontoloyo'.

Berangkat dari pengertian sontoloyo dan rasa kesal yang melatarbelakangi penggunaan istilah 'Sontoloyo', maka sepertinya kondisi yang semakin mencekik kehidupan rakyat bisa menjadi faktor yang patut dicatat.

Demikian juga halnya dengan kebijakan pemerintah yang jauh dari pro rakyat, sangat-sangat menjengkelkan rakyat bahkan melukai hati rakyat. Sebab kebijakan semacam itu dibuat oleh pemerintah yang jauh dari harapan dan kepatutan.

Sementara di kala kebijakan yang dibuat tidak berpihak pada rakyat, bahkan malah mengkhianati rakyat, merugikan dan membikin susah hidup rakyat, pemerintah pembuat kebijakan itu mengaku sebagai pemerintah yang pro rakyat dengan sederet pencitraan yang dibangun di atas pondasi 'seolah-olah'.

Dan pada saat yang sama, janji-janji tidak kunjung dipenuhi, maka pada saat ini patut rasanya rakyat tidak sabar menahan kata yang harusnya tak perlu keluar jika penguasanya layak.

'Sontoloyo!'

Rakyat juga berhak mengatakan 'Sontoloyo' pada penguasa yang tak sepatutnya. Pada pemerintah yang tak berfungsi sebagaimana seharusnya.

Sebagaimana Jokowi berhak memberi stempel 'Sontoloyo' pada politisi yang menurutnya tidak layak, maka rakyatpun berhak memberi cap yang sama pada pemerintah yang tidak pro rakyat. 'Sontoloyo!' [***]

Iwan Sumule
Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM)

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya