Berita

Foto; KBRI Selandia Baru

Dunia

Kesempatan Anak-Anak Indonesia Timur Belajar Di Selandia Baru

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 12:44 WIB | LAPORAN:

. KBRI Wellington mendapat tamu istimewa yaitu delapan aktivis muda yang berasal dari Gorontalo, Gowa, Sumba, Kupang, Makassar dan Ambon.

Anak-anak muda yang berusia antara 25 - 31 tahun yang berasal dari Indonesia bagian timur ini merupakan peserta program Indonesia Young Leaders Programme (Inspirasi) yang diselenggarakan oleh UnionAID bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru.

Dalam kesempatan dialog dengan Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, para peserta dengan antusias menceritakan pengalamannya selama belajar di Selandia Baru. Terutama yang terkait dengan masing-masing bidang yang digeluti, antara lain dalam isu pelestarian hutan, kesejahteraan anak, penguatan peran perempuan, promosi produk dan makanan lokal, pemberian bantuan hukum bagi perempuan dan anak, pengelolaan sampah dan pariwisata.


Selain dialog yang sangat inspiratif, para peserta Inspirasi juga berkesempatan untuk menampilkan lagu rakyat Pulau Rote, NTT berjudul 'Mana Lolo Banda' serta lagu rakyat Maori berjudul 'Te Aroha' dengan diiringi alat musik ukulele.

Program Inspirasi ini baru pertama kali dilaksanakan dan menjadi bentuk perhatian dan komitmen pemerintah Selandia Baru untuk melahirkan calon-calon pemimpin dan agen perubahan dari Indonesia bagian Timur.

"Ke depannya, program tahunan ini diharapkan dapat menjaring lebih banyak lagi anak muda yang aktif bergerak di berbagai organisasi kemasyarakatan di Indonesia Timur yang berpeluang besar untuk membangun daerahnya masing-masing dan membantu memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat," terang Tantowi melalui keterangan rilis KBRI Selandia Baru yang diterima redaksi, Kamis (25/10).

Tantowi memastikan, KBRI Wellington akan senantiasa mendukung dan memfasilitasi agar semakin banyak anak muda dari Indonesia Timur yang menjadi pemimpin Indonesia di masa depan dengan jiwa nasionalisme tinggi dan berwawasan global.[wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya