Berita

Zulkifli Hasan/RMOL

Politik

Kader PDIP Terjaring KPK, Zulkifli Hasan Ungkit Sistem Pembiayaan Politik

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 11:56 WIB | LAPORAN:

. Tim Satgas KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra, Rabu malam (25/10). Politisi PDI Perjuangan itu ditangkap bersama enam orang lainnya.

Mereka ditangkap karena diduga melakukan aksi jual beli jabatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menyesalkan aksi tidak terpuji dari Sunjaya dkk itu. Ditegaskannya, korupsi sangatlah tidak dibenarkan.


"Sekecil apapun korupsi tidak ada yang dibenarkan," tegas Zulhas sapaan akrabnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10).

OTT terhadap kepala daerah, anggota DPR dan dewan daerah serta pejabat pemerintah lain sejauh ini sering terjadi.

Terkait itu, ketua umum PAN ini menekankan bahwa sistem pembiayaan politik haruslah diperbaiki. Sebab korupsi merajalela karena para politisi sibuk mengumpulkan pundi-pundi duit untuk biaya politik.

"Ini contoh saja, yang saya selalu beri contoh kan lagi bahas soal dana saksi. Pilgub Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur saksinya 100 ribu lah. Kan orang tidak boleh cari uang partainya uangnya dari mana? Kan tetap bayar saksi," ujar Zulhas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10).

Dia yakin semua pejabat pilihan rakyat, baik itu eksekutif dan legislatif di seluruh Indonesia pasti akan terjaring OTT jika sistem pembiayaan politik di negeri ini tidak segera diperbaiki. Sebab, untuk menciptakan suatu kebijakan, ada biaya tersendiri.

"Coba cek mayoritas DPRD uang ketok palu itu ada," ucap Zulhas.

Jika biaya politik ditanggung oleh negara, maka tidak ada alasan lagi bagi petugas partai untuk melakukan tindak pidana korupsi.

"Kita dukung penegakan hukum tetapi di samping itu juga aturan mengenai sistem pembiayaan politik itu juga jelas," pungkas Zulhas. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya