Berita

Foto: Dok

Kesehatan

Narapidana Perempuan Banyak Sakit, Ini Penyebabnya

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 09:56 WIB | LAPORAN:

Pendidikan kesehatan bagi kaum perempuan, khususnya dalam hal penanganan kanker payudara, masih sangat minim.

Pemerintah diharapkan bisa bersinergi dengan berbagai stakeholders untuk melakukan upaya pencegahan dan juga penindakan medis, maupun tindakan hukum yang diperlukan dalam menghadapi penyakit mematikan kanker payudara itu.

Dokter spesialis bedah Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran, Alfiah Amiruddin, yang menjadi ketua panitia event Pink October Charity menuturkan, pihaknya menyasar kaum perempuan di sejumlah penjara, untuk melakukan upaya mencegah juga menindak kanker payudara.


Berkenaan dengan Hari Kanker Payudara Sedunia, lanjut dia, Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Tangerang, menjadi salah satu lokasi yang disasar.

"Jadi, tujuan diadakan event charity Mitra Keluarga Kemayoran ini untuk memberikan edukasi kesehatan kepada para penghuni lapas Wanita IIA Tangerang. Itu kami lakukan agar peduli pada kesehatannya, terutama kesehatan kanker payudara," tutur Alfiah dalam konferensi pers di ruang Auditorium Lantai 6, RS Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).

Alfiah melanjutkan, masih dalam momentum Bulan Kanker Payudara Sedunia di bulan Oktober ini, data yang dimiliki menunjukkan tingginya angka kematian akibat stadium lanjut kanker payudara.

Dia pun mengingatkan, kanker payudara masih menjadi penyebab pembunuh nomor satu.

"Itu penyakit ganas pada perempuan Indonesia. Masih jadi pembunuh nomor satu. Ini juga masih menimbulkan masalah yang belum dapat  terpecahkan," tuturnya.

Berangkat dari kondisi itu, RS Mitra Keluaga Kemayoran menggalang sejumlah stakeholders melakukan kerjasama dengan berbagai organisasi seperti, Menteri Hukum dan HAM, Allianz, PPLIPI, LKG, Maharani Kirana Pertiwi, CISC, Pinl Schmerinc dan lainnya, untuk melakukan gerakan charity di lapas Wanita IIA Tangerang.

Acara di Lapas Wanita Kelas II A Tangerang itu akan dilaksanakan pada Sabtu lusa (27/10).

"Kegiatan ini ditujukan khusus untuk para survivor, pasien, pemerhati kanker, serta keterlibatan para komunitas peduli kanker, maupun komunitas lainnya, seperti organisasi-organisasi dharmawanita, agar bersama-sama peduli dan memerangi kanker payudara," pungkasnya.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemenkum HAM, Wiwi Bambang Rantam menuturkan, bakti sosial di Lapas Wanita tidak hanya untuk kesehatan. Ada juga untuk keterampilan seperti, menjahit, bordir, juga kegiatan-kegiatan khusus perempuan.

"Makanya perlu juga dibantu untuk sediakan mesin jahit dan juga pendidikan keterampilan," ujar Wiwi.

Dia mengakui, kondisi para perempuan di dalam Lapas mengalami keterbatasan berbagai hal. Untuk urusan kesehatan misalnya, ketersediaan obat-obatan dan petugas kesehatan seperti dokter sangat terbatas.

Saat ini, dari data yang dimilikinya, jumlah perempuan yang menghuni lapas-lapas di seluruh Indonesia mencapai 13.754 orang. Sebanyak 9.365 orang sudah menjadi warga binaan, dan sebanyak 4.389 orang masih berada di rumah tahanan (rutan) alias belum selesai proses hukumnya.

Ruangan di Lapas masih sangat minim dan sempit. Dalam satu ruangan, bisa diisi puluhan orang. Rata-rata, lanjut Wiwi, jumlah warga binaan perempuan yang menghuni satu sel mencapai 47 orang, 27 orang dan 17 orang.

"Kalau ditemukan memiliki penyakit, biasanya ditempatkan di tempat khusus, tersendiri atau diisolasi," tuturnya.

Sementara jenis penyakit yang diidap para perempuan yang menjadi warga binaan lebih banyak penyakit pernafasan. Karena ruangan sempit. Kemudian, penyakit pencernaan, penyakit gigi, diabetes dan ada juga HIV.[wid]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya