Berita

Karyono Wibowo/RMOL

Politik

Pengamat: Wajar Prabowo Gempur Basis Nahdliyin

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 09:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Keputusan Halaqah NU yang tidak mengharuskan memilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin disinyalir usai kunjungan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke Ponpes Tebuireng pada peringatan Hari Santri Nasional beberapa hari lalu.

Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyatakan hal yang biasa dalam kontestasi politik saat ini saling menggempur basis.

"Kalau Pak Prabowo menggempur basis lawan dalam hal ini warga Nahdliyin ya itu sah-sah saja," ujar Karyono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/10).


Menurut dia, berdasarkan hasil survei, warga Nahdliyin tetap memiliki kecenderungan untuk memilih Jokowi-Ma'ruf.

Sehingga wajar jika momentum Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018 dimanfaatkan oleh Prabowo-Sandi untuk mengunjungi pondok-pondok pesantren yang merupakan basis NU di Jawa Timur.

Karyono juga menyebut langkah yang sama juga dilakukan oleh kubu Jokowi-Ma'ruf dalam menggempur daerah-daerah yang dianggap sebagai basis Prabowo pada Pemilu 2014 lalu.

"Begitu juga dengan Jokowi-Ma'ruf yang menggempur basis Prabowo seperti misalnya di Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat dan NTB. Jadi menurut saya sah-sah saja semua itu dan wajar," pungkasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya