Berita

Foto/RMOL

Dunia

Jepang Beri Pinjaman Rp 9,4 Triliun Untuk Proyek MRT Fase Kedua

RABU, 24 OKTOBER 2018 | 15:13 WIB | LAPORAN:

Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menerima pinjaman dana dari Jepang sebanyak Rp 9,45 triliun atau senilai maksimum 70,210 miliar yen maksimal untuk proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT).

Pinjaman tersebut diterima Dutabesar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii dan Direktur Jenderal Urusan Asia, Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya melalui penandatanganan nota pinjaman yen secara tertutup.

Konselor Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Jepang, Shigemi Ando mengatakan pinjaman tersebut untuk melanjutkan pembangunan konstruksi fase kedua MRT yaitu pembangunan rel kereta dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sekitar 8 kilometer yang ditargetkan selesai tahun 2025 mendatang dan pembelian 14 set kereta baru.


"Jadi joint venture yang terdiri dari perusahaan Jepang dan Indonesia akan melakukan proyek dan melakukan pengadaan terkait dengan proyek ini, pencairan dana pinjaman tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan progres pengerjaan proyek yang dilakukan," ungkapnya saat jumpa pers di Kedutaan Jepang untuk Indonesia, di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (24/10).

Sebelumnya, di fase pertama telah dikucurkan dana pinjaman sebanyak 125 miliar yen, dan fase kedua yaitu senilai 75 miliar yen yang secara total 195 miliar yen.

Pinjaman itu juga termasuk ke dalam perjanjian internasional, selain melalui Kedubes Jepang dan Kemlu, juga terjalin antara pihak Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Kementerian Keuangan yang kemudian akan menjalin kontrak dengan perusahaan-perusahaan terkait yang mendukung pembangunan konstruksi.

Untuk diketahui, pinjaman tersebut memiliki nilai suku bunga senilai 0,1 persen dengan suku bunga untuk konsultan senilai 0,01 persen per tahun, selain itu Jepang memberikan waktu pengembalian pinjaman selama 40 tahun termasuk masa tenggang selama 12 tahun. [lov]



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya