Berita

Darmin Nasution/Net

Politik

Soal Impor Beras, DPR: Pak Darmin Telan Ludah Sendiri

SELASA, 23 OKTOBER 2018 | 19:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Ketua Komisi IV DPR Michael Wattimena bersyukur Menko Perekonomian Darmin Nasution menyadari kekeliruannya dalam mengambil kebijakan impor.

Kemenko Perekonomian beberapa waktu mengeluarkan kebijakan impor karena stok beras nasional berkurang. Namun belakangan Darmin menyadari berdasarkan data BPS stok beras kita mencapai 2,8 juta ton.

"Bagus kalau dia (Menko Darmin) sadar. Dia sudah menelan ludahnya sendiri akibat Inpres No. 5/2015," ujar Michael Wattimena kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/10).


Wattimena mengaku pihaknya sudah mengingatkan bawa data yang digunakan oleh Menko Darmin mengacu pada Inpres No.5/2015 tentang Pengadaan Beras/Gabah dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah kurang tepat.

Data itu jugalah yang digunakan oleh Kementerian Perdagangan dan Kemenko Perekonomian sebagai alasan melakukan kebijakan impor karena stok beras tidak mencukupi.

Menurut anggota DPR Fraksi Demokrat itu, inpres tersebut membuat cadangan beras pemerintah tidak mampu terserap secara optimal. Sehingga perhitungan pemerintah selalu kurang dari 1 juta ton per tahunnya.

"Jadi semua itu harus dilihat secara tepat, dengan data yang tepat secara holistik dan terintegrasi," pungkasnya. [nes]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya