Berita

Michael Wattimena/Net

Politik

DPR Sudah Usul Menko Darmin Revisi Inpres Beras

SELASA, 23 OKTOBER 2018 | 18:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Perbedaan data antara Bulog, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan karena disebabkan adanya Instruksi Presiden (Inpres) 5/2015 tentang Pengadaan Beras/Gabah dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR, Michael Wattimena, inpres tersebut menjadi biang masalah sehingga Menko Perekonomian, Darmin Nasution memutuskan untuk mengimpor beras karena menganggap stok beras nasional kurang.

"Kami sudah usulkan ke Menko Perekonomian untuk merevisi Inpres 5/2015 cuma belum direspons secara optimal," ujar Michael kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/10).


Lanjut politisi Partai Demokrat ini, inpres yang berisikan harga gabah kering dari petani seharga Rp. 3750 menyebabkan banyak petani menjual gabahnya ke tengkulak seharga Rp. 5000.

Akibatnya cadangan beras pemerintah menjadi kurang dari 1 juta ton per tahunnya. Sementara kebutuhan beras untuk rakyat Indonesia per tahun berkisar di 2 juta ton per tahun.

"Jadi bukan salah metodologinya, ini karena penyerapan yang tidak optimal. Padahal gudang beras kita sangat melimpah saat ini dan stok kita mencapai 2,8 juta ton. Beras ada di mana-mana," tegasnya.

Legislator asal Papua Barat itu menambahkan setiap Ratas antara Komisi IV dengan Kementan dan Bulog, terus diingatkan agar inpres itu ditinjau kembali.

"Ini akhirnya menyebabkan cadangan beras kita tidak seimbang. Itu yang kemudian menyebabkan impor. Kami minta inpres itu direvisi dan lebih berpihak kepada petani," tandas Michael. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya