Berita

Foto/RMOL

Dunia

Arab Saudi Janji Ungkap Kematian Khashoggi Secara Lengkap

SELASA, 23 OKTOBER 2018 | 14:32 WIB | LAPORAN:

Kerajaan Arab Saudi berkomitmen terus mengusut kematian jurnalis Jamal Khashoggi yang diduga dibunuh di Konsulat Turki di Istanbul.

Tim investigasi yang dikirim atas perintah Presiden Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud terus melakukan penelusuran lebih dalam.

Usai berdiskusi secara tertutup selama dua jam, Menteri Luar Negeri Adel Bin Ahmed Al-Jubeir mengatakan, bukti  pembunuhan Khashoggi telah disampaikan oleh jaksa penuntut umum, dan hasil investigasi telah disampaikan berdasarkan apa yang terjadi di lapangan.


"Ditemukan 18 tersangka sudah ditahan dan diberi sejumlah pertanyaan. Dan enam pejabat senior Pemerintah Saudi sudah diberhentikan dari posisi mereka," ungkap Menlu Al-Jubeir saat memberikan pernyataan persnya di hadapan Menlu Retno Marsudi dan awak media di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (23/10).

Namun demikian, Menlu Al Jubeir tidak menyebutkan apakah enam pejabat senior tersebut terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Dari pernyataan jaksa penuntut umum, Menlu Al-Jubeir meyakini hal itu sebagai langkah awal dari perjalanan panjang kasus Khashoggi ke depan.

Dikatakan, Kerajaan Arab Saudi berjanji akan melakukan investigasi secara lengkap tanpa ada yang dikurangi demi mengungkap kebenaran sesungguhnya kematian Khashoggi.

"Hal ini diklaim sebagai komitmen dari penahanan para tersangka dari Raja Salman bin Abdul Aziz, serta komitmen dari Putra Mahkota Mohamad bin Salman, untuk tercapainya investigasi yang lengkap demi mengungkap kebenaran," katanya.

"Mereka yang bertanggung jawab juga dituntut untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka," lanjutnya.

Ditegaskan Menlu Al-Jubeir, seluruh investigasi yang dilakukan kerajaannya dijamin akan sesuai prosedur dan mekanisme, terlebih diungkap kepada publik agar kasus pembunuhan Khashoggi tidak terulang kembali.

"Kami akan terus menyampaikan perkembangan kasus ini kepada publik," pungkasnya. [lov]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya