Berita

Rizal Ramli/RMOL

Hukum

Laporan Rizal Ramli Resmi Diterima Pimpinan KPK

SELASA, 23 OKTOBER 2018 | 11:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ekonom senior, DR. Rizal Ramli resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dalam kebijakan impor pangan pemerintah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/10).

Rizal yang didampingi belasan pengacara mengatakan bahwa laporannya diterima langsung oleh Komisioner KPK, Basaria Pandjaitan.

“Kami tadi menemui Ibu Basaria Pandjaitan sebagai komisioner yang ditemani oleh Direktur Litbang KPK dan Direktur Penindakan KPK. Kami laporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi di dalam impor pangan," ujarnya di Gedung Merah Putih KPK.


Dalam penyampaian laporan itu, Rizal Ramli menjelaskan kepada Basaria bahwa Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki banyak potensi kekayaan alam. Sehingga tidak seharusnya ada impor pangan, apalagi sampai berlebihan.

“Indonesia ini negara yang mataharinya hampir sepanjang tahun, airnya banyak sekali, tenaga kerjanya juga banyak sekali. Seharusnya negara tropis dengan tiga sifat seperti ini bisa jadi eksportir pangan dunia," jelasnya.

Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini menilai ada pejabat di pemerintahan yang kecanduan dan terlena dengan keuntungan di balik impor yang belakangan kian masif.

RR berharap pelaporan kali ini bisa menyudahi segala skandal di balik impor pangan. Untuk itu, KPK harus mampu mengungkap dan mengadili skandal tersebut.

“Khusus untuk kali ini rentenya puluhan kali dari kasus 2015, yaitu impor sapi yang melibatkan ketua umum PKS yang kena hukuman 12 tahun," tukasnya. [ian]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya