Berita

Foto Oscar Romero/AP

Jaya Suprana

Kemenangan Kemanusiaan

SELASA, 23 OKTOBER 2018 | 06:45 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

HARI Minggu 14 Oktober 2018 di Vatikan, Sri Paus Fransiskus menetapkan Oscar Arnulfo Romero y Galdamez sebagai Santo.

Hak Asasi Manusia


Sebelumnya, Oscar Romero telah dibeatifikasikan oleh Sri Paus Fransiskus di El Salvador pada tahun 2015.


Oscar Romero adalah Uskup Agung Emeritus Ibukota San Salvador. Romero ditembak mati saat merayakan Misa pada 24 Maret 1980 pada masa kecamuk perang sipil antara pasukan gerilya sayap kiri dan pemerintahan diktator sayap kanan.

Romero dideklarasikan sebagai martir yang dibunuh atas dasar kebencian akibat konsekuen dan konsisten membela hak asasi manusia secara vokal.

“Santo Oscar Romero meninggalkan keamanan dunia, bahkan keamanan dirinya sendiri serta mengorbankan hidupnya sesuai dengan ajaran Injil agar dekat dengan kaum papa,” demikian ungkap Sri Paus Fransiskus.

Politik

Kanonisasi Santo Oscar Romero menempuh perjalanan panjang penuh kontroversi akibat terkendala tentangan keras dari kaum konservatif dan kaum kapitalis yang meyakini bahwa Uskup Agung Oscar Romero terbunuh 38 tahun yang lalu sekadar atas alasan politik duniawi belaka.

Saya yang kebetulan bukan umat Katolik tidak berani melibatkan diri ke dalam polemik yang mengemelut di latar belakang kanonisasi Oscar Romero.

Namun saya pribadi menghormati keberanian Sri Paus Fransiskus menembus kemelut kontroversi demi menetapkan Oscar Romero sebagai Santo sebagai ungkapan ketulusan keberpihakan Sri Paus Fransiskus kepada kaum miskin.

Kemanusiaan

Penetapan Oscar Romero sebagai Santo merupakan bukti kemenangan kemanusiaan terhadap keiblisan yang sedang mengangkara-murka di berbagai pelosok planet bumi ini.

Kanonisasi Oscar Romero merupakan ungkapan keberpihakan ke kaum tertindas yang sedang tertindas atas nama apa yang disebut sebagai pembangunan, yang alih-alih menyejahterakan malah justru menyengsarakan umat manusia akibat ditata laksana secara tidak selaras makna luhur yang terkandung di dalam agenda Pembangunan Berkelanjutan, yang telah disepakati oleh PBB sebagai pedoman pembangunan abad XXI tanpa mengorbankan lingkungan hidup dan manusia, sesuai kemuliaan sukma sila Kemanusiaan Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat yang terkandung di dalam Pancasila. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya