Berita

Garda Penjaga KPK/Net

Hukum

Garda Penjaga KPK Wanti-wanti Agus Rahardjo Dkk Tidak Masuk Angin

SENIN, 22 OKTOBER 2018 | 14:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengantisipasi adanya kelompok eksternal maupun mantan pimpinan KPK yang ingin ikut campur di internal KPK.

Hal itu disuarakan oleh puluhan orang yang tergabung dalam perkumpulan Garda Penjaga KPK saat menggelar aksi damai di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (22/10).

Mereka menyoroti dua hal. Pertama, ada pihak-pihak tertentu yang ingin menzalimi mantan Gubernur NTB, M. Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), dengan menggoreng isu pertemuan TGB dengan Deputi Penindakan KPK, Brigjen Polisi Firli dan Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan.


Kedua, KPK diingatkan untuk tidak terpengaruh dengan bualan-bualan yang sengaja ingin membenturkan lembaga antirasuah dengan Polri. Khususnya, fitnah keji yang diarahkan kepada Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian soal pemberitaan "buku merah" Indonesialeaks.

"Kami ke sini karena peduli dengan KPK. Untuk itu kami meminta KPK waspada dan tidak masuk angin. Karena ada segelintir orang diduga ingin mengintervensi KPK," ucap Koordinator aksi Garda Penjaga KPK, Ibrahim.

Jelas Ibrahim, sejumlah pakar telah menegaskan pertemuan antara pejabat KPK dengan TGB tidak melanggar aturan. Pasalnya, pertemuan itu dalam rangka tugas KPK, dan diketahui pimpinan Agus Rahardjo Dkk.

"Kemudian tidak ada konflik kepentingan terkait pertemuan itu," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Pihaknya juga menyayangkan sikap Indonesia Corruption Watch (ICW) yang terkesan memaksakan kehendak dengan  mendesak KPK menindaklanjuti dugaan pelanggaran kode etik dalam pertemuan tersebut.

"KPK adalah lembaga yang sangat dicintai rakyat. Kalau KPK terpengaruh dengan opini-opini di luar secara otomatis berdampak negatif juga terhadap nama besar KPK," tutur Ibrahim.

Pada kesempatan itu, Garda Penjaga KPK turut serta membawa obat anti masuk angin, lalu diberikan kepada perwakilan KPK. Simbol tersebut sebagai bentuk mewanti-wanti KPK agar tidak masuk angin.

Kemudian mengingatkan KPK menjunjung tinggi nilai independensi dalam bertindak bukan karena intervensi. Dan tidak terpengaruh oleh hasutan manapun, namun bekerja secara profesional.

Di samping itu, Garda Penjaga KPK juga menyerukan tolak intervensi mantan pimpinan KPK terkait pemberitaan "buku merah" Indonesialeaks. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya