Berita

Yussuf Solichien/Net

Politik

Ada Orang Prabowo Di Struktur KKIP?

MINGGU, 21 OKTOBER 2018 | 14:09 WIB | LAPORAN:

Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) yang baru telah resmi dibentuk pekan lalu.

Dalam informasi yang beredar di media sosial, susunan pengurus Tim Laks KKIP yang baru adalah Marsekal Madya TNI (Purn) Ismono Wijayanto sebagai Ketua Tim Pelaksana Harian.

Sementara dua orang wakil ketua, yakni Letnan Jenderal TNI Thamrin Marzuki dan Mayor Jenderal TNI Mar (Purn) Yussuf Solichien.


Direktur Imparsial, Al Araf meminta KKIP mempertanyakan komitmen pengurus KKIP sekarang mengembangkan industri pertahanan nasional. 

Menurut Al Araf, struktur Tim Laks KKIP mestinya diisi oleh orang-orang yang memiliki integritas dan kompetensi yang andal, terutama dalam hal industri pertahanan.

"Jangan sampai anggota KKIP justru diisi oleh individu yang diduga dalam permainan alutsista," kata Al Araf, Minggu (21/10).

Selain itu, anggota KKIP juga harus bisa memahami dan menjalankan visi dari Presiden Joko Widodo terkait industri pertahanan.

"Adalah sangat bijak jika presiden mengecek dan mengevaluasi kembali anggota-anggota KKIP yang tidak kompeten, tidak punya integritas, dan justru selama ini tidak sejalan dengan presiden," ujarnya.

KKIP memiliki peran strategis dalam pembangunan industri pertahanan di Indonesia. Sehingga, orang-orang yang duduk di sana haruslah memahami dan mendukung Nawa Cita Jokowi. 

"Bukan malah individu yang selama ini bertentangan dengan presiden," tegasnya.

Al Araf menjelaskan, salah satu visi dari Jokowi adalah pembangunan kekuatan maritim dan pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

Ismono, ketum KKIP, pernah menjadi Irjen Kementerian Pertahanan periode 2014-2016. Dia merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI AU lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1983.

Adapun Yussuf Solichien merupakan Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) periode 2018-2023. Ia merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI AL lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-19 tahun 1973.

Berdasarkan informasi yang beredar saat ini, Yussuf dikenal dekat dengan Prabowo Subianto. Mereka pernah berkantor bersama di gedung Menara Imperium, Kuningan, Jakarta . Selain itu, Yussuf yang sudah tiga periode menjabat ketua umum HNSI, kerap berhubungan dengan Prabowo yang pernah memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Sementara itu, Kemenhan hingga saat ini belum bisa menanggapi informasi tersebut.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen TNI Totok Sugiharto mengaku baru akan memastikan dulu informasi tersebut.

"Insyaallah, hari Senin saya cek Mbak karena saya baru pulang dari Singapura tadi malam," ujar Totok kepada Kantor Berita Politik RMOL

Sampai berita ini diturunkan, Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon belum menanggapi permintaan konfirmasi yang diajukan via WhatsApp. [ian]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya