Berita

Jaya Suprana

Mimpi Jamu Menjadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri (Bab II)

SABTU, 20 OKTOBER 2018 | 07:15 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KANTOR Berita Politik RMOL edisi 2 Juli 2018 berbaik hati memuat naskah saya berjudul, "Mimpi Jamu Menjadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri".

Gaura

Di dalam naskah tersebut saya menulis bahwa pada bulan Ramadhan tahun 2018, sahabat saya Gaura Mancacaritadipura yang telah ikut berjasa memperjuangkan Tari Saman masuk daftar warisan kebudayaan dunia versi UNESCO menelepon saya untuk menanyakan kelanjutan perjuangan mencalonkan jamu masuk daftar warisan kebudayaan dunia UNESCO.


Pada saat itu pula rasa malu menyengat lubuk sanubari saya karena mas Gaura sebagai warga Indonesia keturunan Australia ternyata lebih peduli terhadap jamu sebagai mahakarya kebudayaan Indonesia.

Sementara ada (tidak semua) sesama warga Indonesia tidak tahu malu menggangap jamu tidak layak diakui sebagai warisan kebudayaan Indonesia maka tidak layak dinominasikan sebagai warisan kebudayaan dunia ke UNESCO.

Obat Tradisional

Kemudian pada pertengahan Oktober 2018, mas Gaura kembali mempermalukan diri saya dengan mengirimkan sebuah buku berjudul "Traditional Medicine, Sharing Experiences from the Field" yang diterbitkan oleh UNESCO dan ICHCAP (International Information and Networking Centre for Intangible Cultural Heritage in the Asia-Pacific Region under The Surveillance of UNESCO).

Di dalam buku kebudayaan dunia itu termuat informasi tentang keanekaragaman obat tradisional sebagai warisan kebudayaan Korea, India, Bangladesh, Uganda, Kurasao, Vietnam, Suriah, Italia.

Namun sayang setriliun sayang jamu sebagai mahakarya kebudayaan obat tradisional Indonesia sama sekali tidak disebut di dalam buku hebat tersebut.

Sadar Gagal

Buku terbitan UNESCO tentang obat tradisional berbagai bangsa di planet bumi yang telah diakui sebagai warisan kebudayaan dunia di bidang kesehatan umat manusia yang dikirim mas Gaura ke saya itu makin mempermalukan diri saya dengan menyadarkan diri saya mengenai kegagalan saya memperjuangkan jamu untuk diakui oleh pemerintah Indonesia sebagai warisan kebudayaan Indonesia di bidang kesehatan.

Pada kenyataan jamu sudah hadir sejak jaman Kerajaan Kutai Martadipura yang membuktikan bahwa jamu sudah memungkinkan masyarakat nusantara berjaya merawat dan membina kesehatan diri mereka sendiri jauh sebelum obat dan pengobatan tradisional kebudayaan Barat mulai hadir di persada nusantara tercinta ini.

InsyaAllah, berdasar fakta sejarah tak terbantahkan itu, Pemerintah Indonesia masa kini segera berkenan berbelas kasih untuk mengakui jamu sebagai warisan kebudayaan Indonesia agar tidak tertinggal oleh bangsa-bangsa di dunia mulai dari China sampai Uganda yang sedemikian bangga atas mahakarya obat tradisional mereka masing-masing. [***]

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kebudayaan Nusantara

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya