Berita

Mahyudin/Net

Politik

Mahyudin: Demokrasi Indonesia Berbiaya Mahal

SABTU, 20 OKTOBER 2018 | 06:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penerapan demokrasi di Indonesia dinilai masih terbilang mahal. Dampaknya pemerintahan hasil demokrasi tersebut tidak optimal karena pejabat memilih cari balik modal yang berujung pada kasus hukum.

Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengamini banyaknya pejabat serta kepala daerah yang terseret kasus hukum tidak lain untuk menutupi biaya kampanye.

"Memang sekarang itu demokrasi kita itu demokrasi yang berbiaya mahal. Sebenarnya kalau mau kita kaitkan banyaknya kepala daerah yang tersangkut hukum karena korupsi akibat demokrasi yang berbiaya mahal," ujar Mahyudin dalam acara MPR di Easparc Hotel, Yogyakarta, Jumat (19/10).


Lebih lanjut Mahyudin menilai tingginya biaya kampanye tidak sejalan dengan pendidikan politik di masyarakat. Masyarakat hanya mengedepankan politik uang ketimbang kemajuan demokrasi dengan memilih caleg yang mumpuni.

"Ada yang terang-terangan memasang spanduk 'menerima serangan fajar', NPWP alias nomor piro wani piro. Ini kan gawat," ujarnya. [nes]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya