Berita

Acara pemantapan Tenaga Pelopor Perdamaian di gedung Kementerian Sosial/Ist

Politik

Pemerintah Bikin Tenaga Pelopor Perdamaian Cegah Konflik Sosial

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 | 21:18 WIB | LAPORAN:

Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan Tenaga Pelopor Perdamaian agar dapat membangkitkan kedamaian di seluruh Indonesia.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat menjelaskan, untuk bisa membangkitkan Indonesia yang damai, pelopor perdamaian dituntut bisa mendeteksi segala potensi yang akan menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.

"Kita berikan pelatihan bagaimana pelopor dapat mendeteksi potensi terjadinya konflik di daerah tempat mereka berada. Mereka harus bisa merangkul segala potensi lokal untuk mencegah terjadinya konflik," katanya di sela acara pemantapan Tenaga Pelopor Perdamaian di Gedung Kemensos, Jakarta, Kamis (18/10)


Menurut Harry, bencana sosial yang terjadi di masyarakat punya kompleksitas yang membutuhkan penanganan serius karena yang dihadapi adalah sesama manusia. Berbagai kepentingan dan tujuan di masyarakat jika tidak dimediasi akan menimbulkan konflik sosial.

Dia mengatakan, untuk menjadi orang yang bisa menyelesaikan konflik maka Tenaga Pelopor Perdamaian dituntut bisa berpikir bukan dari sisi dirinya saja melainkan dari sisi kelompok yang dihadapi.

"Ini kan peran ganda tanpa mengabaikan prinsip-prinsip sebagai pekerja kemanusiaan. Ini harus ditanamkan kepada mereka," ujarnya.

Saat ini, keberadaan Tenaga Pelopor Perdamaian masih kurang mengingat luasnya wilayah kerja yang dihadapi. Kemensos mencatat baru sebanyak 1.454 anggota Tenaga Pelopor Perdamaian.

"Dengan jumlah segitu tentu masih belum ideal. Idealnya satu kecamatan tiga Tenaga Pelopor Perdamaian. Jika di Indonesia ada sekitar tujuh ribu kecamatan maka idealnya ada 21 ribu Tenaga Pelopor Perdamaian," papar Harry.

Kurangnya jumlah Tenaga Pelopor Perdamaian membuat upaya penyelesaian masalah sosial di masyarakat turut dibantu oleh pilar-pilar sosial lain seperti Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

"Diperlukan kejelian dan inisiatif di tingkat grassroots bagi petugas pelopor perdamaian yang memiliki tanggung jawab dalam pemulihan sosial, upaya reintegrasi, menjaga kerukunan antar kelompok. Kita ingin meningkatkan kompetensi mereka agar lebih mampu menjalankan tugas di bidang pemulihan konflik sosial," jelas Harry.

Diharapkan, ke depan, para Tenaga Pelopor Perdamaian dapat mengatasi masalah-masalah sosial untuk meredam konflik yang terjadi di tengah masyarakat.

Adapun, selama empat hari, Kemensos melaksanakan kegiatan pemantapan kepada 425 Tenaga Pelopor Perdamaian dari seluruh Indonesia. Materi yang diberikan antara lain mengajarkan bagaimana merespons cepat persoalan sosial yang terjadi serta memahami karakter masyarakat.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Tenaga Pelopor Perdamaian dan Petugas Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Baik kemampuan diri dan mutu jejaringnya dalam melaksanakan peran, tugas dan fungsi di masyarakat," tambah Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos Nurul Farijati. [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya