Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Rukun Agawe Santosa

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 | 08:40 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TENGAH malam 12 Oktober 2018 sekelompok masyarakat merusak properti acara larung saji atau sedekah laut Pantai Selatan Yogyakarta.  

Tradisi
Acara sedekah laut di Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, yang sedianya digelar Sabtu 13 Oktober 2018 pagi terpaksa batal digelar. Acara sedekah laut yang setiap tahun diselenggarakan sejak ratusan tahun itu akhirnya hanya menggelar acara pentas kesenian tanpa acara pelarungan sesaji ke laut.

Perusakan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di sekitar pintu masuk Pantai Baru, tepatnya dekat patung ikan hiu dan macan yang menjadi ikon pantai tersebut. Gerombolan orang sekitar 50 orang datang dengan sekitar 20 kendaraan roda empat dan sejumlah kendaraan roda dua. Mereka langsung merusak gapura tempat acara, meja, dan mengobrak-abrik kursi tamu yang sudah tertata rapi.  

Perusakan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di sekitar pintu masuk Pantai Baru, tepatnya dekat patung ikan hiu dan macan yang menjadi ikon pantai tersebut. Gerombolan orang sekitar 50 orang datang dengan sekitar 20 kendaraan roda empat dan sejumlah kendaraan roda dua. Mereka langsung merusak gapura tempat acara, meja, dan mengobrak-abrik kursi tamu yang sudah tertata rapi.  

Setelah melakukan pengrusakan, pelaku kemudian memasang spanduk bertuliskan, "Kami menolak Semua Kesyirikan Berbalut Budaya Sedekah Laut atau Selainnya".  Akibat kejadian tersebut, sejumlah agenda termasuk agenda puncak berupa labuhan pun batal digelar. Acara hanya menggelar pentas kesenian reog. Makanan sesajian pun akhirnya dibagikan langsung kepada warga.

Prihatin
Memprihatinkan bahwa di masa bangsa Indonesia dikagumi masyarakat dunia sebagai suri teladan kerukunan antar suku, ras, agama dan budaya di dalam masyarakat Bhinneka Tunggal Ika ternyata masih ada segelintir anggota masyarakat memaksakan pendapatnya dengan perilaku kekerasan. Apalagi kekerasan dilakukan di Yogyakarta dengan masyarakat yang tersohor toleran selaras sukma falsafah rukun agawe santosa  senantiasa taat pada ajaran   tepa selira marang sapadha-padha.

Masyarakat Yogyakarta senantiasa menjunjung tinggi kerukunan demi kesejahteraan bersama sambil berpegang teguh pada  ajaran tenggang rasa terhadap sesama dengan tidak melakukan sesuatu terhadap sesama yang tidak ingin sesama memperlakukannya terhadap diri sendiri.

Dapat diyakini bahwa para pelaku kekerasan niscaya tidak ingin menerima perlakuan kekerasan yang dilakukan orang lain terhadap diri mereka sendiri.

Syukur alhamdullilah, pihak kepolisian sudah menangkap para pelaku kekerasan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia sebagai negara hukum yang sama sekali tidak membenarkan kekerasan.[***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya