Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Dilewati Dua Patahan, Surabaya Berpotensi Gempa Berkekuatan 6 SR

RABU, 17 OKTOBER 2018 | 08:22 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Beberapa akademisi melakukan penelitian potensi kegempaan di Kota Surabaya. Dalam penelitian disebutkan kota pahlawan ini berada di jalur dua patahan atau sesar aktif. Berpotensi menimbulkan gempa bumi berkekuatan 6 skala richter (SR).

"Patahannya bisa sampai skala 6 dan itu terjadi di seluruh Surabaya," jelas Pakar Geologi Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya profesor Amien Widodo seperti dilansir Kantor Berita RMOLJatim.

Amien Widodo menyebut, sesar pertama Surabaya memanjang dari Jalan Mayjen Sungkono hingga Gresik.


"Sesar Surabaya yang pertama ada di sebelah Utara Mayjen Sungkono menuju Barat sampai ke Cerme Gresik," sebut Amien.

Sementara sesar aktif yang kedua ada di wilayah Waru memanjang hingga Madiun.

"Mulai dari Mastrip Wiyung menuju Mojokerto, Surabaya sampai ke Nganjuk dan Madiun," tambah Amien sembari menyebut di Indonesia terdapat 281 patahan yang rawan gempa.

Ditambahkannya, Kota Surabaya sebenarnya pernah diguncang gempa pada tahun 1867.

"Kita bangsa tutur, nggak pernah nulis. Jadi gempa itu tertulis dalam salah satu prasasti di gereja disebutkan kalau pernah direhab karena gempa," demikian Amien. [jto]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya