Berita

Ichsanuddin Noorsy/net

Bisnis

Jokowi Mengkritik Pasar Bebas Sekaligus Menampar Muka Sendiri

SELASA, 16 OKTOBER 2018 | 15:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pidato Presiden Joko Widodo, yang isinya merujuk cerita film Game Of Thrones dalam pertemuan IMF-World Bank di Bali, jelas mengkritik dominasi Amerika Serikat.

Yang jadi catatan adalah materialisme tidak bisa dikritik dengan materialisme. Dalam istilah lain, konflik tidak bisa diatasi dengan konflik.

"Mereka sudah berabad-abad menerapkan konflik dengan kekerasan fisik. Ketika diubah ke model pemikiran, bentuknya dengan menyebarluaskan pasar bebas, seperti itulah mereka hidup," ujar analis kebijakan ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, kepada Kantor Berita Politik RMOL.


Menurut dia, masyarakat Barat yang hidup berbasis konflik selalu memburu harta dan takhta.

"Jadi, ketika disodorkan dengan materialisme, juga dengan budaya konflik, jadi tidak kena,” imbuhnya.

Mempelajari situasi demikian, lanjut Noorsy, pidato Jokowi di sidang tahunan IMF-World Bank yang meminta masyarakat dunia tidak mengedepankan kompetisi dan rivalitas melainkan menumbuhkan kerjasama global, patut diapresiasi. Namun, pidato Jokowi itu sekaligus menampar muka sendiri.

"Pidato yang mengundang sanjungan karena mengandung kritik terhadap sistem perekonomian pasar bebas, tapi dalam diri kita tidak menihilkan tegaknya sistem yang sudah rapuh dan eksploitatif itu," sesalnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya