Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Dalam Kasus Ratna Semua Pihak Diharap Waras

SENIN, 15 OKTOBER 2018 | 07:55 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Langkah polisi memanggil sejumlah tokoh serta aktivis dalam kaitan kasus berita bohong Ratna Sarumpaet dikritisi sejumlah pihak, termasuk politisi.

Wakil Ketua Partai Gerindra, Arief Poyuono mengambil tamsil kasus Ratna itu seperti orang yang bakar ban berteriak rumahnya kebakaran.

Analoginya begini, sambung Arief Poyuono, ada warga Indonesia  ingin menipu warga lainnya dengan cara dia membakar ban Mobil di halaman belakang rumahnya dan berteriak kepada tetangga sebelahnya dengan teriak kebakaran maka secara reflek para  tetangganya akan berteriak kebakaran agar warga yang lain siap-siap menghadapi sebuah peristiwa kebakaran di lingkungannya.


Nah, ketika tetangga sebelah berteriak kebakaran  maka terjadi lah keributan semua tetangga juga ikut berteriak, karena ancaman kebakaran merupakan ancaman yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat.

“Sama dengan kasus bengep bengepnya Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya  Juga sangat berbahaya bagi kehidupan dan keamanan masyarakat padahal muka bengep Ratna karena operasi plastik,” jelas Arief Poyuono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (15/10).

Arief pun bertanya, apakah yang diteriakan oleh LSM dan tokoh politik tentang kebohongan Ratna Sarumpaet masuk kategori sebuah hoax yang sehingga membuat onar nasional sehingga Polisi memanggil mereka untuk memeriksa sebagai saksi saksi, seperti Amen Rais, Said Iqbal dan lain-lain.

Dan apakah, lanjut Arief, para warga  yang berteriak kebakaran karena tetangga sengaja membakar ban mobil lalu juga merupakan teriakan hoax yang dilakukan para warga lainnya apakah masuk kategori berbuat Onar, dan polisi juga akan menindaklanjuti.

"Karena kategori sebuah keonaran yang katanya diakibatkan oleh hoax tidak perlu meluas di medsos loh, tapi cukup di sebuah lingkungan RT saja sudah disebut sebuah keonaran. Nah, kesimpulannya tolong semua pihak waras termasuk aparat hukun dalam menyikapi kasus penipuan Ratna Sarumpet kepada para politisi, tokoh nasional dan para LSM," papar Arief Poyuono.

Arief tergelitik dengan sikap Tim Kampanye Nasional Joko Widodo yang melapor ke Bawaslu sebagai sengketa Pilpres.

"Wong yang diteriakan oleh para politisi dan LSM itu ditujukan pada Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla, bukan capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin untuk bisa mengungkap masalah bengep bengepnya muka Ratna Sarumpaet yang menurut pengakuan Ratna Sarumpaet karena dianiaya padahal operasi topeng plastik. TKN Joko Widodo dalam kasus Ratna Sarumpet keliatannya Baper ya," demikian Arief Poyuono. [jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya