Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Pidato Jokowi Di IMF Bikin Kader Golkar Kesengsem

SABTU, 13 OKTOBER 2018 | 06:29 WIB | LAPORAN:

Pidato Presiden Jokowi pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, kemarin, memukau peserta dari 189 negara yang hadir.

Anggota Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun amat kagum dengan pidato itu. Dia menyebut, pidato tersebut salah satu yang terbaik yang disampaikan Jokowi.

Dalam pidato itu, Jokowi mengumpamakan kondisi ekonomi dunia saat ini seperti serial film Game of Thrones. Di dalamnya tergambar ketidakpastian global dan pertarungan pengaruh antar kekuatan. Banyak kerusakan yang timbul.


Namun, Jokowi meminta dunia tidak khawatir. Sebab, sebagai mana slogan dalam film tadi, Winter Is Coming. Pidato ini disambut rius peserta pertemuan IMF-Bank Dunia. Bahkan, mereka sampai standing applause alias tepuk tangan sambil berdiri.

"Saya hadir di sana, menangkap secara langsung atmosfer dari para delegasi dan peserta saat menyimak pidato Presiden. Isi pidato Presiden menggugah emosi. Membuat seisi ruangan terpukau. Sekaligus juga menunjukkan standing position Indonesia di hadapan IMF dan Bank Dunia," ujar Misbakhun, Jumat (12/10).

Menurut dia, isi pidato Presiden Jokowi juga menunjukkan sikap berdaulat dan keberpihakan Indonesia terhadap situasi kekinian yang terjadi di dunia. Jokowi menyampaikan pesan yang sangat tegas dan jelas tentang sikap Indonesia dalam mengatur kedaulatan ekonominya. Sekaligus pandangan dan sikap Indonesia dalam memahami situasi global saat ini.

"Pesan itu disampaikan dengan sangat halus dan penuh makna lewat simbolisme Game Of Thrones. Tidak ada yang tesinggung. Bahkan, banyak delegasi dari berbagai negara mengapresiasi pidato tersebut," tutur anggota Komisi XI DPR ini.

Bagi Misbakhun, perumpamaan tentang Game of Thrones benar-benar mengena di benak peserta maupun delegasi yang hadir. Hal itu dibuktikan dengan tepuk tangan menggema saat merespons paragraf demi paragraf isi pidato Presiden Jokowi yang penuh pesan.

"Ini adalah salah satu pidato terbaik Bapak Presiden Jokowi yang pernah saya lihat dan saya dengar. Sampai akhir pidato, puluhan ribu delegasi bertepuk tangan, hingga standing ovation," ujar dia.

Kata Misbakhun, melalui kisah Game of Thrones, Jokowi mengajak dunia berefleksi soal konflik kepentingan antarkekuatan besar yang saling mempertahankan arogansi kelompoknya. Namun, perang besar justru merusak kekuatan-kekuatan yang bersaing. Bahkan membahayakan situasi global.

Situasi dan pesan yang disampaikan Jokowi ini, lanjut Misbakun, sesuai kenyataan. Makanya, delegasi peserta pertemuan tahunan itu benar-benar terkesima dan terkejut dengan cara Jokowi menggambarkan konflik perdagangan dunia saat ini, khususnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Misbakhun melihat, dalam pidato itu Jokowi juga berhasil mengajak dunia untuk memikirkan sekaligus merumuskan kebijakan tentang permasalahan lain. Di antaranya, ketidakseimbangan antara negara maju dengan negara berkembang serta konflik peradaban Timur dan Barat.

"Jokowi mendorong kebersamaan untuk mengakhiri segala bentuk ketidakadilan. Kalau langkah itu tidak segera dilakukan, kerusakan yang ditimbulkan oleh ketidakadilan akan menimpa semuanya. Semua bangsa di dunia," tandasnya. [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya