Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengibaratkan kondisi perekonomian global dengan istilah 'winter is coming' sesungguhnya sudah lama dibicarakan oleh tim penyusun di Istana Negara.
Hal itu diungkapkan oleh politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko menanggapi pidato Jokowi 'winter is coming'. Istilah itu belakangan ramai dikenal karena salah satu serial Game of Thrones memiliki judul yang sama.
"Itu satu ide yang sudah lama jadi pembicaraan di timnnya Pak Jokowi," katanya saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10).
Anak buah Megawati Soekarnoputri ini menjelaskan, sebenarnya ada beberapa pusat ekonomi dunia, diantaranya Uni Eropa, Amerika Serikat, China dan beberapa pusat ekonomi dunia lainnya. Mereka menjadi negara raksasa karena terus berbenah diri dalam mengikuti perkembangan teknologi.
"Kalau tidak segara bebenah ekonominya atau tidak berkembang akan semakin ketinggalan," jelasnya.
Sementara, lanjut Sudjatmiko, negara-negara yang menjadi pusat ekonomi dunia tadi sudah berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi. Nah, Indonesia di bawah komando Presiden Jokowi sedang bergerak ke arah yang sama, yakni revolusi industri tahap ke-4.
"Indonesia sebagai negara besar yang keanekaragaman hayati darat dan lautnya terkaya di dunia kemudian keanekaragaman sosialnya dalam bentuk ada sekitar 700 suku dan bahasa lokal itu sebenarnya adalah sumber besar bagi big data. Padahal big data adalah energi utama bagi revolusi industri ke-4," urainya.
Sudjatmiko menambahkan negara-negara berkembang semacam Indonesia pasti akan mampu mengambil keuntungan dalam revolusi industri ke-4, asalkan mereka mampu menjaga kedaulatan data dan mengolah data dengan benar.
"Maka sebenarnya dia itu seperti sebuah negara yang punya ladang minyak besar di dunia. Nah Indonesia punya ladang data, nah ladang data itu adalah sumber pertumbuhan ekonomi. Siapa yang menguasai data, akan menguasai dunia," pungkasnya.
[nes]