Berita

Joko Widodo/Net

Politik

PDIP: Pidato Winter Is Coming Jokowi Sudah Lama Disusun

SABTU, 13 OKTOBER 2018 | 00:31 WIB | LAPORAN:

Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengibaratkan kondisi perekonomian global dengan istilah 'winter is coming' sesungguhnya sudah lama dibicarakan oleh tim penyusun di Istana Negara.

Hal itu diungkapkan oleh politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko menanggapi pidato Jokowi 'winter is coming'. Istilah itu belakangan ramai dikenal karena salah satu serial Game of Thrones memiliki judul yang sama.

"Itu satu ide yang sudah lama jadi pembicaraan di timnnya Pak Jokowi," katanya saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10).


Anak buah Megawati Soekarnoputri ini menjelaskan, sebenarnya ada beberapa pusat ekonomi dunia, diantaranya Uni Eropa, Amerika Serikat, China dan beberapa pusat ekonomi dunia lainnya. Mereka menjadi negara raksasa karena terus berbenah diri dalam mengikuti perkembangan teknologi.

"Kalau tidak segara bebenah ekonominya atau tidak berkembang akan semakin ketinggalan," jelasnya.

Sementara, lanjut Sudjatmiko, negara-negara yang menjadi pusat ekonomi dunia tadi sudah berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi. Nah, Indonesia di bawah komando Presiden Jokowi sedang bergerak ke arah yang sama, yakni revolusi industri tahap ke-4.

"Indonesia sebagai negara besar yang keanekaragaman hayati darat dan lautnya terkaya di dunia kemudian keanekaragaman sosialnya dalam bentuk ada sekitar 700 suku dan bahasa lokal itu sebenarnya adalah sumber besar bagi big data. Padahal big data adalah energi utama bagi revolusi industri ke-4," urainya.

Sudjatmiko menambahkan negara-negara berkembang semacam Indonesia pasti akan mampu mengambil keuntungan dalam revolusi industri ke-4, asalkan mereka mampu menjaga kedaulatan data dan mengolah data dengan benar.

"Maka sebenarnya dia itu seperti sebuah negara yang punya ladang minyak besar di dunia. Nah Indonesia punya ladang data, nah ladang data itu adalah sumber pertumbuhan ekonomi. Siapa yang menguasai data, akan menguasai dunia," pungkasnya. [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya