Berita

Adiyana Slamet/Net

Politik

Isu Buku Merah Serangan Asimetris Untuk Ganggu Stabilitas Keamanan

SABTU, 13 OKTOBER 2018 | 00:12 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Penjelasan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto terkait isu buku merah yang berisi catatan keuangan milik anak buah Basuki Hariman sudah cukup jelas berdasarkan fakta penyelidikan.

Begitu yang disampaikan oleh Direktur Ekseskutif Lingkar Kajian Komunikasi dan Politik (LKKP) Adiyana Slamet dalam keteranganya, Jumat (12/10).

Menurutnya adanya isu buku merah seakan sebagai serangan asimetris untuk mengguncang stabilitas kemanan, politik nasional yang mengarah pada delegitimasi Kepolisian.


Ia juga menilai isu buku merah tersebut bakal terus dibangun untuk menghantam pemerintah.

"Ini bisa menjadi kegaduhan yang kemudian masyarakat menjadi korban," ujarnya.

Agar isu tersebut hilang dengan sedirinya, Adiyana menyarankan, agar Kapolri maupun KPK tetap harus fokus melaksanakan tugas masing-masing. Ia juga tak ingin serangan asimetris dari isu buku merah tersebut menyebabkan kedua institusi penegak hukum itu berbenturan dan kemudian ujungnya bisa menganggu stabilitas keamanan dalam negeri, stabilitas ,politik maupun ekonomi.

"Apalagi menjelang Pilpres dan Pileg dan mendatang, tahun politik yang akan menguras energy," ujarnya. [nes]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya