Berita

MPR Ajak TNI AL Ikut Sosialisasikan Empat Pilar

JUMAT, 12 OKTOBER 2018 | 16:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mempunyai Badan Sosialisasi beranggotakan 45 orang yang bertugas khusus untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR kepada seluruh lapisan masyarakat. Yaitu, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Anggota MPR dari Fraksi Partai Nasdem, Bachtiar Aly mengatakan, selain dari anggota Badan Sosialisasi, semua anggota MPR juga mempunyai kewajiban yang sama, yakni ikut mensosialisasikan Empat Pilar.

Meski demikian, gurubesar UI kelahiran Banda Aceh itu menjelaskan, MPR juga mengajak elemen di masyarakat dan pemerintah untuk ikut mensosialisasikan Empat Pilar.


"Untuk itu MPR melakukan training of trainer," ujarnya saat menjadi pembicara dalam ToT di kalangan TNI AL, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/10). Pelatihan untuk pelatih diharapkan mampu mencetak narasumber-narasumber Empat Pilar yang kompeten.

Menurut Bachtiar Aly, ToT diperuntukan tidak hanya bagi perwira menengah AL namun juga sudah dilakukan di kalangang angkatan darat, angkatan udara, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, mahasiswa, dan lapisan masyarakat lainnya baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Setelah ToT sampaikan Empat Pilar di lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat," harap mantan Duta Besar Indonesia untuk Mesir itu.

Menjaga Empat Pilar disebut hal yang harus dilakukan oleh warga negara. Bangsa ini bisa terbentuk karena perjuangan dari para pendahulu. Dipaparkan bagaimana para jong, dari Jawa, Sumatra, Sulawesi, Ambon, Betawi, Sunda, pemuda Islam, dan dari daerah serta organisasi pemuda lainnya menggagas Indonesia.

Saat itu meski Indonesia belum ada namun mereka sudah menyatakan satu nusa, bangsa, dan bahasa Indonesia. Dalam soal bahasa, Bachtiar Aly menyatakan para pemuda memilih bahasa Melayu, yang saat itu sebagai lingua franca dari Madagaskar hingga Melayu, menjadi bahasa persatuan. "Jadi bukan memilih bahasa yang mayoritas yang digunakan," tuturnya.

Dirinya bersyukur bahasa Indonesia menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Hal demikian tidak terjadi di Belgia, India, yang tidak memiliki bahasa persatuan. "Di Belgia itu ada bahasa Perancis, Belanda, Jerman, bahkan Inggris", ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bachtiar Aly mengingatkan semua akan bahaya hoax. Menurutnya sesuatu yang merugikan masyarakat sebaiknya tak diekspos. Bila sesuatu kebohongan diulang-ulang maka hal yang demikian seolah-olah menjadi benar.

Meski demikian diharapkan bila kita tahu dan mengerti jangan diam. Diungkapkan berkuasanya Hittler di Eropa karena banyaknya orang-orang yang pandai dan tahu namun mereka pada diam. "Jerman menjadi negara otoriter karena orang pandai diam," ungkapnya.

Anggota MPR dari Fraksi PKS, T. B. Sjoenmandjaja yang juga dalam kesempatan tersebut menjadi pembicara, mengakui forum ToT di kalangan TNI AL berlangsung dengan baik. "Mereka banyak menyampaikan pertanyaan, pendapat bahkan kritik," ujarnya.

Dikatakan sosialisasi yang dilakukan ini merupakan amanah dari UU MD3. "Sosialisasi diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat," ujarnya. Disebut ormas, mahasiswa bahkan pengamen dan klub penggemar sepeda onthel pun pernah mendapat sosialisasi.

Terkait pelajaran PMP yang pernah tidak diajarkan lagi di sekolah, dari SD hingga SMA. Pria asal Sukabumi itu menceritakan saat dirinya menjadi anggota Komisi X DPR, ia pernah bertemu dengan Menteri Pendidikan M. Nuh. Kepada M. Nuh, Sjoemandjaja mengatakan dirinya sudah melakukan sosialisasi kepada guru-guru.

"Untuk itu saya menyampaikan kepada Mendikbud agar PMP dimasukan kembali ke dalam kurikulum sekolah," paparnya. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya