Berita

Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Prabowo: Bukan Kampanye, Tapi Dalam Hati Berharap LDII Dukung Saya

KAMIS, 11 OKTOBER 2018 | 17:56 WIB | LAPORAN:

. Calon Presiden, Prabowo Subianto mengatakan kehadirannya di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) 2018 bukan untuk kampanye meminta dukungan.

Prabowo mempersilakan ribuan anggota LDII untuk menentukan pilihan pada Pilpres 2019 sesuai dengan pilihan hati.

"Sebagai Calon Presiden Republik Indonesia, saya menghormati LDII di Rakernas saudara, saya tidak akan datang meminta dukungan dari saudara-saudara," tegas Prabowo di lokasi Rakernas, Pondok Pesantren Minhajurasidin Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10).


Prabowo mengakui sebagai bangsa yang memegang budaya ketimuran, tentu anggota LDII akan sangat sungkan jika mereka menolak permintaan tersebut. Makanya, dia membebaskan semua anggota LDII.

"Kalau saya datang, meminta dukungan saudara sebagai bangsa Indonesia enggak enak, mau ditolak bagaimana, ya kan?" sebutnya.

"Kalau minta dukungan kayaknya kasar," lanjut Prabowo.

Sikap yang sama ditekankan ketua umum Partai Gerindra itu saat dia ke pesantren-pesantren. Di pesentren, dia hanya bersilaturahmi dan meminta doa restu.

"Saya ke pesantren-pesantren tidak pernah minta, 'pak Kiai dukung saya ya'. Jangan. Minta doa boleh, kan begitu," ucapnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang peserta pemilu untuk melakukan kampanye di institusi pendidikan ataupun kantor pemerintah. Prabowo memastikan dirinya menaati itu.

"Nah, kalau di dalam hati saya, saya berharap LDII mendukung saya, ya itu hak saya. Boleh kan, orang kan boleh berharap, berharap sambil cemas-cemas begitu," pungkas capres nomor urut 02 itu disambut tepuk tangan dan tawa dari peserta Rakernas LDII. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya