Berita

Arsul Sani/RMOL

Politik

Soal Kenaikan Harga BBM, Jokowi Bukan Menunda Tapi Menolak

KAMIS, 11 OKTOBER 2018 | 13:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. Presiden Joko Widodo tidak menunda atau membatalkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi pembahasan publik sejak kemarin.

Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani mengatakan, apa yang diintruksikan Jokowi kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan adalah penolakan terhadap usulan PT. Pertamina sebagai operator BBM.

"Kan itu (kenaikan harga) baru usulan dari bawah, dari Pertamina kan. Kemudian dibawa ke Pak Jonan," ujar Arsul di Ruang Fraksi PPP DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Kamis, 11/10).


Arsul menjelaskan bahwa Jonan saat menerima usulan dari Pertamina menyiratkan bahwa usulan itu akan diterima dan diterapkan.

Hanya saja, Jokowi memiliki pertimbangan lain sehingga kemudian kenaikan harga BBM dibatalkan.

Pertimbangan itu, sambungnya, adalah porsi beban subsidi yang bisa berkurang jika harga dinaikkan. Tetapi, Jokowi lebih memilih mempertahankan harga yang berlaku.

"Kalau kemudian itu tidak dinaikan kan berarti logikanya subsidinya yang harus dinaikkan, tapi Presiden tidak setuju (harga BBM naik)," tukasnya.

Pemerintah lewat Kementerian ESDM menunda pengumuman kenaikan harga BBM jenis Premium, Rabu kemarin (10/10).

Penundaan dilakukan karena keputusan tersebut akan dibahas ulang, sambil menunggu kesiapan PT Pertamina (Persero). Termasuk pertimbangannya adalah daya beli masyarakat.

Sebelumnya pemerintah mewacanakan kenaikan harga premium wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) dari Rp 6.550 menjadi Rp 7 ribu per liter, dan untuk kawasan luar Jamali kenaikan harganya dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.900 per liter. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya