Berita

Ernest Bai Koroma dan Xi Jinping/BBC

Dunia

Sierra Leone Batalkan Proyek Bandara Dari Pinjaman China

KAMIS, 11 OKTOBER 2018 | 06:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sierra Leone membatalkan proyek senilai 400 juta dolar AS yang didanai oleh China untuk membangun bandara baru di luar ibukota Freetown.

Proyek itu dibangun dengan perjanjian pinjaman yang diteken oleh mantan Presiden Ernest Bai Koroma dengan China sebelum dia kalah dalam pemilihan bulan Maret lalu.

Pada saat itu, Bank Dunia dan IMF memperingatkan bahwa proyek tersebut akan membebankan beban utang yang berat. Namun pemerintahan Koroma tetap melanjutkan kerjasama.


Namun di bawah pemerintahan yang baru saat ini, perjanjian itu dibatalkan.

Menteri Penerbangan Kabineh Kallon mengatakan kepada BBC bahwa proyek itu, yang dijadwalkan selesai pada 2022, tidak diperlukan saat ini. Sebagai gantinya, bandara internasional negara itu saat ini akan direnovasi.

Dia mengatakan Presiden saat ini Julius Maada Bio tidak melihat adanya kebutuhan untuk membangun bandara yang diusulkan, yakni bandara Mamamah.

Sebagai gantinya, pemerintah sedang mempertimbangkan membangun jembatan dari ibukota ke bandara Lungi, satu-satunya bandara internasional di negara itu. Saat ini penumpang perlu mendapatkan perahu atau helikopter untuk mencapai Freetown.

Kallon mengatakan dia tidak tahu apakah kontrak yang dibatalkan akan menyebabkan implikasi keuangan atau tidak.

"Saya punya hak untuk mengambil keputusan terbaik bagi negara itu," katanya. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya