Berita

Nasaruddin Umar/Net

Perempuan Hebat di Dalam Al-Qur'an (43)

Dampak Perseteruan Dua Istri

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 08:20 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

DALAM artikel terdahulu sudah dibahas ketika Nabi Ibrahim dan istrinya, Siti Sarah, hampir putus asa karena sekian lama berdoa tetapi tak kunjung dikaruniai anak. Akhirnya atas persetu­juan istrinya ia mengawini Siti Hajar, pembantunya. Namun setelah ia mengandung, rasa cemburu bercampur kekhawatiran Siti Sarah mencem­burui istri kedua suaminya. Nabi Ibrahim mengambil sikap untuk memindahkan istri keduanya jauh dari kediaman istri pertamanya. Di Makkah kemudian Siti Hajar melahirkan Nabi Ismail putra pertama Nabi Ibrahim. Saat melahirkan, Nabi Ibrahim pulang kampung ke Palestina menengok istri pertamanya Siti Sarah yang konon juga sedang hamil dan kemudian melahirkan Nabi Ishaq dan Nabi Ya'qub.

Turunan Nabi Musa yang membawa agama Yahudi dengan kitab sucinya Kitab Taurat. Salah seorang turunannya juga bernama Nabi Isa yang membawa agama Nasrani, sekarang lebih dikenal dengan agama Kristen, dengan kitab sucinya bernama Kitab Injil (Bible). Sedangkan Siti Hajar bermukim di Arab (Makkah) dan di sinilah ia membesarkan anaknya, Nabi Ismail. Turunannya kemu­dian melahirkan Nabi Muhammad Saw yang membawa agama Islam dengan kitab sucinya bernama Kitab Al-Qur'an.

Nabi Ibrahim sesungguhnya Nabi paling beruntung karena anak keturunannya menjadi Nabi dan sekaligus membawa agama dan kitab suci. Agama Yahudi, Nasrani, dan Islam sering disebut para orientalis dengan "Abrahamic Religion" (Agama anak cucu Nabi Ibrahim). Jika para penganut ketiga agama ini mendalami sejarah genetik agamanya masing-masing, maka niscaya mereka akan kompak. Ketiga pembawa ajaran agama Samawi ini berasal dari satu nenek yang sama. Sangat ironis jika antara sesama penganut "Abrahamic Religion" ini bermusuhan satu sama lain. Seharusnya mereka bersatu di dalam menghadapi gelom­bang peradaban baru yang sangat menantang inti ajaran agama ini. Namun kenyataannya, dalam lintasan sejarah ketiga agama ini selalu berhadap-hadapan bahkan bermusuhan satu sama lain. Sejarah kelam pernah mencatat bagaimana antara penganut agama Yahudi dan Kristen pernah bunuh-bunuhan. Bagaimana dahsyatnya Perang Salib yang pernah ber­langsung 250 tahun, antara penganut agama Kristen dan penganut agama Islam perang habis-habisan. Bagaimana Israel dan Palestina sampai sekarang masih terus berlangsung peperangan secara sporadis, padahal mereka masih satu turunan genetik.


Pertarungan antara Israel yang sering mengusung bendera Yahudi dan penduduk Palestina yang juga sering mengusung bendera Islam terus saja berlangsung. Israel bagaikan tidak punya telinga untuk mendengarkan seruan badan-badan resmi dan tidak resmi internasional agar menghentikan pembantaian dan pendudukannya ke tanah-tanah Palestina. “Perang Saudara” antara Israel dan Palestina jika diurut ke atas maka sesungguhnya meru­pakan jejak persaingan dua ibu atau dua istri. Istri pertama, Siti Sarah, dibela oleh kelompok Yahudi-Israel dan istri kedua, Siti Sarah, di­bela oleh Muslim-Palestina. Kedua kelompok ini masing-masing mengklaim Yerusalem dan Palestina adalah tanah leluhur mereka. Sebetulnya masing-masing memiliki kebenaran sebagai sama-sama anak cucu Nabi Ibrahim, tetapi kebenaran matril, dilihat dari perspektif hukum ketatanegaraan, Israel telah bertindak tidak adil terhadap muslim Palestina. Bukan hanya membantai penduduknya tetapi juga merampas tanah dan kekayaan alamnya.

Bayangkan, wilayah Hamas memiliki bentan­gan pantai cukup panjang tetapi mereka tidak diperbolehkan mengaksesnya karena sudah dipagar dengan tembok tinggi. Wilayah-wilayah perbatasan, termasuk wilayah pantai semua sudah dikuasai oleh Israel. Bukti autentik bahwa Palestina pernah memiliki luas lahan sekitar 80 persen di negerinya tetapi kini terbalik, wilayah­nya tersisa hanya sekitar 20 persen. Itu pun sudah berdiri tembok-tembok tinggi pertanda di bawah penguasaan Israel.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya