Berita

Wali Kota Risma/Net

Nusantara

Wali Kota Risma Antikritik!

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 07:08 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Sejumlah kalangan wartawan di Surabaya, sedikit menguak tingkah laku Wali Kota Tri Rismaharini, jika dirinya antikritik.

Wartawan televisi swasta lokal Dewi Imroatin mengatakan dia pernah beberapa kali terkena marah Risma. Penyebabnya, berita-berita Dewi selalu mengkritisi kebijakan Pemkot Surabaya.

"Selama ini beritaku mengkritisi kebijakan Pemkot dan aku berani tanya ke Bu Wali, akhirnya Bu Risma jengkel sama aku seperti itu,” cerita Dewi seperti dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (9/10).


Dewi menambahkan, dia pernah bertanya soal penyegelan Taman Ria Surabaya (TRS). Saat itu Dewi langsung dimarahi.

"Bu wali marah, sampai aku ditunjuk-tunjuk di depan teman media. Itu pas konferensi pers terkait agenda Bu Wali,” kenangnya.

Terakhir, Dewi mengaku wawancara Risma terkait gaji PNS ke-13. "Habis ditanya (gaji PNS) Bu Wali marah dan langsung pergi,” imbuh Dewi.

Menurut Dewi, selama ini Risma memang tidak suka dikritisi terkait kebijakan-kebijakan Pemkot Surabaya. "Bu wali itu gak suka kalau dikritisi, dia maunya berita yang bagus-bagus tok,” katanya.

Akibatnya, Dewi dilarang melakukan peliputan kedatangan tim kirab nusantara GP Ansor Jawa Timur di rumah dinas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) oleh Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, Senin (9/10). Namun Dewi tidak tahu masalah itu terletak di Fikser atau Risma.

"Saya tidak tahu masalah, apakah di Fikser atau Bu Wali (Risma),” terang Dewi.

Menurut Dewi, Fikser sebagai Kabag Humas harusnya bisa menjadi penengah antara wali kota dengan media. Bukan dia malah mengambil sikap yang mendiskritkan media,” tuturnya.

Rencananya Rabu (10/10), Fikser akan menggelar jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, pukul 13.00 WIB terkait hal itu.

Info yang diterima media itu dikirim Kasubag Jefri terkait kegiatan peliputan di Pemkot Surabaya.

Namun demikian, beberapa media termasuk Dewi tidak akan hadir, sebab narasumbernya hanya Fikser. "Aku sama teman-teman enggak mau datang mas, karena yang nemuin hanya Fikser. Kita mau datang kalau ada Bu wali atau Pak Sekda, jadi ada penengah,” tutup Dewi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya