Berita

Ratna Sarumpaet (tengah)/Net

Hukum

Ratna Sarumpaet Pernah Cerita Diundang Pertemuan IMF-Bank Dunia

SENIN, 08 OKTOBER 2018 | 18:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Selain konferensi penulis naskah teater perempuan sedunia di Chile, aktivis yang juga seniman Ratna Sarumpaet dijadwalkan menghadiri pertemuan IMF dan Bank Dunia 2018 di Bali.

"Iya, Kak Ratna pernah cerita diundang," kata orang dekat Ratna Sarumpaet, Saharuddin kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Namun dapat dipastikan udangan di Bali dan sejumlah undang lainnya pada Oktober ini batal dihadiri Ratna. Ibunda Atika Hasiholan itu ditangkap dan ditahan polisi terkait kasus kabar bohong.


Di Chile, Ratna sedianya memberikan pidato kebudayaan di acara pembukaan konferensi penulis naskah teater perempuan sedunia, 'Woman Playwright International Conference' di Chile. Ratna rencananya terbang ke negara berjuluk Land of Poets atau Negeri Puisi itu atas pembiayaan Pemkot DKI.

Ratna ditangkap polisi di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (4/10) malam. Ratna sudah duduk di kursi pesawat Turkish Airlines untuk terbang ke Chile. Namun ia digiring keluar oleh petugas imigrasi bandara sebelum akhirnya dibawa jajaran Jatanras Polda Metro Jaya ke Mapolda.

Setelah memeriksa dan menggeledah kediaman Ratna di kawasan Jakarta Timur pada malam yang sama, polisi menetapkan Ratna sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks terkait penganiayaan dirinya. Berbarengan dengan itu polisi mengumumkan menahan Ratna di Rutan Polda Metro Jaya.

Kembali ke soal undangan IMF-World Bank, Sahar tidak bisa merinci kapan dan di sesi apa Ratna diundang hadir. Ia juga tidak bisa memastikan pandangan yang diminta untuk disampaikan Ratna dalam forum yang penyelenggaraannya diketuai Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan itu.

"Soal detailnya Kak Ratna yang tahu," tukas Saharuddin yang hari ini diperiksa penyidik Polda Metro sebagai saksi untuk kasus Ratna.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya