Berita

Ratna Sarumpaet/RMOL

Politik

Relawan Jokowi: Tim Prabowo Utamakan Kepentingan Politik Ketimbang Kemanusiaan

KAMIS, 04 OKTOBER 2018 | 00:42 WIB | LAPORAN:

Pembelaan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan tim pemenangannya terhadap Ratna Sarumpaet dinilai sebagai bentuk nyata politisasi kasus untuk kepentingan pilpres. Padahal, pengakuan Ratna sesungguhnya tidaklah benar.

Sekjen Relawan Jokowi Go-Join, Liston Baringbing menegaskan, meskipun Prabowo dan tim tak tahu Ratna sedang berbohong, pembelaan berlebihan tersebut sudah menunjukkan bahwa mereka tak memiliki rasa empati terhadap rakyat Indonesia yang tengah kesusahan. Dalam hal ini terhadap korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Tindakan tim Prabowo tersebut menunjukkan kepentingan politik lebih dominan daripada mendengarkan suara kemanusiaaan untuk membantu korban bencana alam. Tim pemenangan Prabowo-Sandi betul-betul buta kekuasaan, menghalalkan segala cara untuk berkuasa, mereka ini adalah sekumpulan batu yang berwujud manusia," sesalnya dalam keterangan pers, Rabu (3/10).


Lebih lanjut, Liston yang juga aktif di Komite Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan ini mengajak semua pihak, khususnya para elit politik, agar benar-benar bertindak tulus dalam menolong korban bencana alam di Sulteng.

"Mari kita mengedepankan mata hati dan perkuat bela rasa serta melakukan hal-hal nyata untuk bantu korban," ajaknya.

Menyusul pengakuan Ratna tentang kebohongan yang sudah diungkapkannya itu, beberapa pihak pun mulai melaporkan Ratna, beserta Prabowo dan tim ke pihak kepolisian.

Liston meminta aparat kepolisian bekerja secara profesional dengan menegakkan hukum sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Kita ini negara hukum, aparat penegak hukum harus mengambil tindakan terhadap orang-orang ini," pungkasnya. [lov]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya