Berita

Adhie Massardi/Net

Politik

Kenapa Adhie Massardi Tak Mau Buru-Buru Bela Ratna Sarumpaet?

RABU, 03 OKTOBER 2018 | 20:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketika kabar penganiayaan Ratna Sarumpaet merebak, banyak orang bertanya-tanya kenapa Adhie M Massardi tidak ikut memberikan pembelaan sebagaimana dilakukan banyak tokoh oposisi dan aktivis pergerakan.

Adhie dikenal sangat vokal. Tapi dalam kasus Ratna,  kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) itu tak mau buru-buru menyampaikan pembelaan. Kenapa?

"Sejak awal saya yakin polisi canggih, dan terbukti memang canggih. Polisi bisa mengungkap kasus penganiayaan Ratna," kata Adhie kepada redaksi, Rabu (10/3).


Terungkapnya kebohongan kasus Ratna oleh kepolisian, kata Adhie, menunjukkan bahwa korps Bhayangkara bisa mengungkap sebuah kasus dengan cepat. Untuk membuktikan benar salah Ratna dianiaya, polisi misalnya bergerak cepat mendapatkan call data record (CDR), data transaksi perbankan dan cctv rumah sakit dimana Ratna menjalani pengobatan.

Adhie memaklumi langkah-langkah yang ditempuh kepolisian. Tapi pelajaran pertama dari kasus Ratna, kata dia, bahwa semua kasus bisa diungkap dengan mudah oleh polisi.

"Nah, jadi pertanyaan kenapa kasus penyiraman penyidik KPK Novel Baswedan hingga kini berlarut-larut. Apakah terlalu rumit atau karena polisi tidak mau mengusut?" sambung dia.

Soal sikap Ratna, Adhie menduga timbul lantaran sikap kepolisian yang selama ini tidak peduli terhadap persekusi dan ancaman yang dialami dan dipersoalkan Ratna.

"Sehingga muncul respons negatif. Dia kecewa dan marah kemudian melakukan itu untuk mencari perhatian. Dan sekarang dijawab sendiri oleh kepolisian bahwa faktanya mereka bisa dengan cepat mengungkap kasus," papar Adhie.

Meski demikian, kata jurubicara presiden era Pemerintahan Gus Dur ini, kalangan aktivis pergerakan tidak respek dengan perilaku Ratna. Perjuangan yang dilakukan Hariman Siregar, Rizal Ramli dan para aktivis pergerakan lainnya, kata dia, adalah hal-hal nyata untuk kemaslahatan masyarakat, keadilan, kemanusiaan dan hak asasi manusia.

"Dalam konteks Ratna Sarumpaet, (pembelaan) teman-teman pergerakan lebih karena kita sensitif terhadap pelanggaran kemanusiaan. Ini pelajaran keduanya. Tapi yang kami perjuangan hal-hal nyata, bukan kebohongan. Kami menentang kebohongan oleh siapapun bahkan oleh teman sendiri. Tentu ada sanksi bagi siapapun yang telah menyimpang dari kaidah pergerakan," tukas Adhie.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya