Berita

Budi Gunawan/Net

Nusantara

Penjarahan Di Palu Sudah Mampu Dikendalikan

RABU, 03 OKTOBER 2018 | 11:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah terus melakukan upaya tanggap darurat gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Bahkan insiden penjarahan yang dilakukan oleh oknum masyarakat kini mampu dikendalikan dengan baik.

"Situasi sudah terkendali," kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan kepada wartawan di lokasi bencana, Kota Palu, Sulteng, Rabu (3/10).

"Aparat dan pemerintah bekerjasama untuk menanganinya. Alhamdulillah, kita semua masyarakat harus bekerjasama agar semakin tercipta suasana yang kondusif," ujar BG menambahkan seperti dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.


Menurut BG, dua hari pertama terus dimonitor, sehingga situasi telah dikendalikan pemerintah dan aparat dan semua sudah normal.

Dia berpendapat, kasus penjarahan itu terjadi lantaran warga panik kehabisan makanan. Namun ia menyebut kerugian akan diganti oleh pemerintah.

"Masih ada satu dua dan itu sudah kita catat. Kemarin hasil rapat Mendagri dan Menko, perintahkan aparat dicatat setiap kerugian akan ditanggung. Akan diganti pemerintah. Penjarahan karena semua tentu panik makanan habis termasuk persoalan air. Tapi situasi sudah bisa ditangani," ungkapnya.

Terkait musibah besar yang terjadi di Indonesia, BG mengatakan telah ada kejadian sebelumnya. Dia pun meyakini warga akan mampu menghadapi musibah ini. Dan diharapkan akan pulih secepatnya.

"Kita ada pengalaman dua kali di Aceh dan Padang. Lombok kemarin 2018. Kali ini di Palu dan Donggala dan sekitarnya. Tapi yang pasti Indonesia, kita bangsa yang besar dan kuat punya kemampuan survival yang kuat. Yang terpenting kita punya semangat untuk segera pulih dan bangkit kembali," tambahnya.

Terkait bantuan yang terlambat sampai di lokasi, BG mengatakan diakibatkan oleh transportasi. Namun beberapa hari ke depan diharapkan dapat pulih.

"Yang belum dapat bantuan karena terkendala tranportasi. Lewat laut paling cepat dua hari. Udara landasan pacu juga terganggu. Tapi kami yakin beberapa hari ke depan akan stabil. Bapak Presiden akan cek setiap saat. InsyaAlah hadir cek setiap saat," tambahnya.

Mantan Wakapolri itu juga menambahkan, perlu penguburan secepatnya terhadap korban yang meninggal.

"Akses menuju ke sana (Petabo) cukup sulit. Sudah ada penguatan yang datang perjalanan darat, alat berat. Itu butuh alat berat. Kita juga pikir penguburan massal jenazah yang sudah terkumpul. Untuk menghindari tertular penyakit yang tidak diharapkan," tutupnya. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya