Berita

Ratna Sarumpaet/Net

Politik

Ratna Sarumpaet Didorong Segera Lapor Polisi

RABU, 03 OKTOBER 2018 | 09:23 WIB | LAPORAN:

Apapun ceritanya kekerasan atau persekusi fisik yang menimpa aktivis senior Ratna Sarumpaet tak boleh dibiarkan. Negara tak boleh kalah dengan perilaku tidak beradab seperti ini.

Hal ini ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) 2013 - 2017, Karman BM kepada redaksi, Rabu (3/10).

"Aparat penegak hukum harus turun langsung mengusut kasus ini secara terang benderang agak tak menjadi 'gorengan' politik di masa kampanye ini," ujar Karman yang saat ini masih di Medan, Sumatera Utara.


Menurut calon anggota DPR nomor urut 2 Dapil Lombok NTB dari Perindo ini, jika kasus ini dibiarkan mengambang akan menimbulkan kegaduhan, fitnah dan dugaan macam-macam.

Ia mendorong Ratna untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya ke pihak kepolisian. Penyelidikan pun harus dilakukan secara terbuka.

"Saya mengenal Kak Ratna secara pribadi sebagai sosok aktifis yang konsisten, meski saat ini berbeda dalam pilihan politik tetapi saya yakin Kak Ratna sebagai seorang demokrat akan mempercayakan kepada negara, dalam hal ini kepolisian menangani kasus ini," tutur Karman.

Tim Prabowo-Sandiaga menyebut Ratna dianiaya oleh orang tidak dikenal setelah menjadi pembicara dalam pertemuan wartawan internasional di Bandung pada 21 September 2018 lalu. Namun Ratna tidak melaporkan penganiayaan ini dengan alasan trauma.

Kasusnya menjadi heboh setelah foto-foto mirip Ratna dalam kondisi biru lebam viral di media sosial. Tokoh-tokoh politik seperti Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Waketumnya, Fadli Zon telah menjenguk Ratna.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya