Berita

Foto/Net

Hukum

KPK Sudah Periksa 20 Saksi Untuk Tersangka Baru Kasus BLBI

SELASA, 02 OKTOBER 2018 | 23:03 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan tengah melakukan penyelidikan baru kasus Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Untuk pengembangan BLBI sekitar 20 orang telah dimintai keterangan sampai saat ini," ujar Jurubicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK Jakarta, Selasa (2/10).

Selain dari para saksi, kata Febri, KPK juga mempelajari fakta persidangan dan pertimbangan hakim dalam putusan untuk Syafruddin Tumenggung.


"Kami mempelajari juga fakta persidangan dan pertimbangan hakim di putusan dengan terdakwa SAT (Syafruddin Arsyad Tumenggung) kemarin," kat Febri.

Penyelidikan baru KPK terkait kasus BLBI terungkap dalam sidang praperadilan antara MAKI dan KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Informasi mengenai hal ini disampaikan oleh perwakilan KPK. Meski tak menyebut nama namun dipastikan penyelidikan menyasar pelaku baru selain Syafruddin Tumenggung yang sudah divonis 13 tahun penjara oleh Pengadilan.

Jika dilakukan berdasarkan berkas tuntutan jaksa KPK terhadap Syafruddin, penyelidikan sangat mungkin menyasar tiga nama yang disebut terlibat dalam tuntutan tersebut terlibat. Mereka adalah mantan Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istri Sjamsul bernama Ijtih S. Nursalim. Perbuatan mereka bersama Syafruddin disebut merugikan negara hingga Rp 4,58 triliun.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya