Berita

Rieke Diah Pitaloka/RMOL

Politik

Hasil Audit BPK: Penyimpangan Di Pelindo II Capai Rp 14,68 Triliun

SELASA, 02 OKTOBER 2018 | 19:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Hasil temuan audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait penyimpangan yang terjadi di Pelindo II dibeberkan Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (2/10).

“Tadi sudah disampaikan di paripurna bahwa BPK telah menyelesaikan audit investigasi yang diminta oleh pansus angket DPR RI,” ujar Rieke usai rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10).

Dalam investigasi BPK itu, sambung Rieke, ada empat pemeriksaan yang semua mengindikasikan terdapat penyimpangan di Pelindo II.


Pertama, tentang perpanjangan kerja sama pengoperasian dan pengelolaan Jakarta International Container Terminal (JICT) tanggal 13 Juni 2017  yang diindikasi terdapat kerugian negara sebesar Rp 4,08 triliun.

“Selanjutnya adalah LHP (Laporan Hasil Perpanjangan) kerja sama pengoperasian dan pengelolaan KSO TPK (Kerja Sama Operasi Terminal Peti Kemas) Koja tanggal 31 Juni 2018 dengan nilai kerugian Rp 1,86 triliun,” bebernya.

Sementara audit investigasi ketiga adalah LHP pembiayaan pembangunan Terminal Kalibaru tahap I melalui skema global bond yang diserahkan pada tanggal 31 Januari 2018. Total kerugiannya mencapai Rp 741,76 miliar.

“Dan yang terakhir LHP pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru Utara tahap I yang diserahkan pada 26 September 2018 dengan indikasi kerugian negara Rp 1 triliun dan potensi kerugian negara Rp 407,526 miliar,” lanjut politisi PDIP itu.

Rieke juga membeberkan bahwa BPK menyatakan pembangunan Terminal Kali Baru gagal konstruksi. Sehingga bisa dikatakan negara mengalami kerugian senilai lebih dari Rp 7 triliun atas dana yang telah dikeluarkan untuk pembangunan Terminal Kali Baru.

“Sehingga kerugian negara pada proyek ini sesungguhnya senilai Rp 8 triliun, plus potensi kerugian negara senilai Rp 400 miliar,” sambungnya.

Sehingga jika ditotal, hasil audit investigatif BPK ini mengungkap bahwa negara rugi Rp 14,68 triliun.

“Dengan demikian, hasil audit investigatif BPK RI mengungkap kerugian negara di Pelindo II mencapai 14,68 triliun,” kata Rieke.

Selain itu, masih lanjutnya, akibat Global Bond yang tanpa perhitungan matang, saat ini Pelindo II menanggu beban membayar bunga utang Rp 100 miliar.

“Dengan selisih kurs sekarang diprediksi Rp 150 miliar per bulan beban utangnya,” pungkas Rieke. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya