Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Dolar Tembus Rp 15.000, Jokowi Perlu Pertimbangkan Reshuffle Menteri

SELASA, 02 OKTOBER 2018 | 17:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rupiah tetap saja loyo. Pada Selasa (2/10) sore rupiah tembus 15.000 per dolar Amerika Serikat.

Mencermati hal ini, pengajar komunikasi politik Emrus Sihombing menilai pemerintah harus lebih berhati-hati menentukan formula ekonomi mengatasi liarnya lonjakan dolar AS.

Menurutnya, tim ekonomi Kabinet Presiden Jokowi-JK belum memiliki solusi komprehensif untuk meredam berbagai macam faktor yang mengakibatkan rupiah tidak berdaya. Apalagi, kondisi ini menggerus cadangan devisa RI.


"Terlebih, The Fed bakal terus menaikkan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan. Ini memang diakui sebagai faktor eksternal namun tim ekonomi harus sudah bersiap dan meramu formula terbaik untuk rakyat Indonesia," ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (2/10).

Emrus mengatakan, pemerintahan Jokowi-JK tidak perlu ragu mengevaluasi kinerja tim ekonomi bila memang hasil evaluasi itu akan memberikan stabilitas dan rasa aman bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Siapapun ekonom atau pakar ekonomi yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi bangsa ini dan memberikan formula yang lebih baik, maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menutup mata sekalipun opsi itu ialah presiden melakukan reshuffle kabinet," tegasnya.

Diharapkan, formula ekonomi tersebut dapat memperkuat rupiah, sekaligus menahan laju fluktuasi dolar AS dan berdampak mempertahankan cadangan devisa serta muaranya memperbaiki fundamental ekonomi nasional.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya