Berita

Foto: Net

Politik

Jawara Politik Hingga Komedian Berebut Kursi DPR Dapil Jabar VIII

SELASA, 02 OKTOBER 2018 | 07:58 WIB | LAPORAN:

Nama-nama pesohor politik bakal kembali bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 nanti.

Dari 80 daerah pemilihan (dapil) di seluruh Indonesia, ada sejumlah dapil yang dikenal sebagai dapil neraka karena mempertemukan sejumlah nama besar untuk memperebutkan kursi parlemen.

Dapil Jawa Barat VIII meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu merupakan salah satu dapil neraka. Daerah ini mempertemukan jawara-jawara politik yang memperebutkan sembilan kursi DPR.


Tercatat beberapa nama politisi senior bergabung di dapil ini seperti Netty Prasetiyani, istri mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang maju melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ada lagi Nining Indra Saleh, eks sekjen DPR yang maju melalui Partai Nasdem. Nining akan bersaing dengan Nurul Qomar, komedian yang dalam Pilkada 2018 kemarin gagal terpilih sebagai cawabup Cirebon.

Nurul Qomar akan kembali bertarung dengan Kalinga, kandidat cabup Cirebon kemarin yang maju melalui Partai Gerindra. Selain Kalinga, ada pula sosok fungsionaris DPP Partai Gerindra Anggawira. Pengusaha yang juga aktif Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) ini siap bertarung di kampung halamannya.

Ia juga memiliki peran besar dalam memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada pilkada DKI 2017 lalu. Kini, ia pun mendapat amanah untuk menjadi Jurubicara pasangan Prabowo-Sandi di pilpres 2019.

Nama-nama di atas akan bersaing dengan delapan orang petahana yang kembali maju. Mereka adalah Dave Akbarsyah (Golkar), Daniel Mutaqien (Golkar), Dedi Wahidi (PKB), Herman Khaeron (Demokrat), Kardaya Warnika (Gerindra), Ono Surono (PDIP), Sudiro Asno (Hanura) dan Yoseph Umarhadi (PDIP).

Pada kesempatan terpisah, Kepala Desa Patapan Kabupaten Cirebon berharap nantinya para legislator yang terpilih memberikan kontribusi nyata terhadap daerah pemilihannya.

"Harapan kami rakyat kecil ini, para anggota dewan kalau sudah terpilih harus ingat sama rakyatnya. Jangan sampai setelah terpilih, malah sangat jarang berkomunikasi ke rakyat," ucap Karmadi.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya